Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

115 Siswa Athirah Ikut Bela Negara

115 siswa kelas VIII Sekolah Islam Athirah 2 Makassar mengikuti latihan bela negara di Lanud TNI Angkatan Udara Sultan Hasanuddin

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
Dok Sekolah Islam Athirah 2
Latihan bela negara Sekolah Islam Athirah 2 Makassar di Lanud TNI Angkatan Udara Sultan Hasanuddin. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Sebanyak 115 siswa kelas VIII Sekolah Islam Athirah 2 Makassar mengikuti latihan bela negara di Lanud TNI Angkatan Udara Sultan Hasanuddin, Selasa-Kamis (9-11/4/2019).

Bertajuk Pembinaan Kesadaran Bela Negara, kegiatan ini Bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara.

Demikian dikatakan Ketua Panitia, Muhammad Akbar Kadir melalui rilisnya, Kamis (11/4/2019) malam.

Baca: Wakil Gubernur Sulsel Pimpin Rapat Soal Stadion Mattoanging Bersama Polda dan Kejaksaan

Baca: Makassar Raih Predikat Kota Terbaik Pembangunan Daerah 2019

Baca: Panin Dubai Syariah Hadirkan Payment Point di UIN Alauddin

Akbar Kadir menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terlaksana sesuai amanat kurikulum 2013 revisi yang di dalamnya termaktub kegiatan bela negara.

“Kegiatan bela negara ini kami laksanakan berdasarkan amanat kurikulum 2013 revisi” katanya.

Guru Bahasa Indonesia ini juga menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan membentuk karakter kuat, disiplin, berjiwa nasionalisme dan patriotisme.

“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan tujuan untuk membentuk karakter siswa yang kuat, disiplin, nasionalisme, dan patriotisme sesuai dengan tema kegiatan yaitu mewujudkan generasi berkarakter dan berwawasan kebangsaan. Karena itu untuk mecapai hasil maksimal, kami akan menyerahkan sepenuhnya pelatihan ini kepada pihak TNI AU," tandasnya.

Sementara itu, upacara pembukaan Selasa (9/4/2019) yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Operasi TNI Angkatan Udara Kolonel Pnb Bambang Sudewo dalam amanatnya menyampaikan harapan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh keikhlasan.

"Seluruh anak-anakku peserta pelatihan bela negara, saya berharap agar mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir dengan penuh keikhlasan” harapnya.

Perwira menengah berpangkat tiga mawar itu dalam amanatnya juga menyampaikan tiga hal pokok yang wajib menjadi pegangan hidup manusia yaitu, taat kepada Tuhan, negara dan orangtua.

“Ada tiga hal pokok yang wajib menjadi pegangan hidup kalian yaitu, taat kepada Tuhan dan Rasul-Nya, taat kepada negara dan hukumnya, serta taat kepada orangtua, jika ketiga hal tersebut kalian jadikan prinsip hidup, maka hidup kalian akan bahagia dan penuh makna," jelasnya.

Memasuki hari kedua, Rabu (10/4/2019) pelatihan bela negara, peserta berkesempatan mengunjungi Skadron Udara 5 dan Skadron Udara 11 milik TNI Angkatan Udara.

Disambut langsung oleh teknisi pesawat tempur Lettu Tek Firmansyah, peserta dibriefing sebelum melakukan observasi. Dalam arahannya, perwira pertama lulusan Rusia itu memperkenalkan dua pesawat alutsista.

“Jadi ada dua pesawat yang akan kalian observasi yakni pesawat tempur jenis Sukhoi SU-27 SKM dan pesawat pengintai jenis Boeing 737, kalian akan didampingi oleh teknisi profesional dan berpengalaman, semua lulusan dari Rusia. Jadi kalian bisa bertanya apa saja tentang kedua pesawat ini," jelasnya.

Hingga memasuki hari ketiga pelatihan bela negara, semangat dan antusias peserta tak pernah surut. Salah seorang peserta bernama Dhaniandra Prayudisty mengatakan selama mengikuti kegiatan ini merasa ada perubahan sikap positif dalam dirinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved