OPINI

OPINI - Pemilu sebagai Pesta Perdamaian

Pada level Pilpres terbelahnya masyarakat ke dalam dua kubu kandidat telah menghadirkan tensi politik yang sangat tinggi...

OPINI - Pemilu sebagai Pesta Perdamaian
darul amri/tribuntimur.com
Faradillah Farid Husain 

Oleh:
Faradillah Farid Husain
Alumnus Fakultas Kedokteran Unhas

Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Almarhum Kofi A. Annan mengatakan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) adalah akar yang sangat diperlukan bagi demokrasi.

Dalam kata pengantarnya untuk sebuah laporan yang dibuat oleh Komisi Global untuk Pemilihan Umum dan Demokrasi Pemilu (2012), ia mengatakan bahwa Pemilu sangat vital dan bahkan menjadi ciri utama berlangsungnya demokrasi.

Di planet kita ini, Pemilu telah menjadi sangat universal. Dengan pengecualian hanya beberapa, sejak tahun 2000 semua negara di dunia melaksanakan pemilihan umum nasional.

Di Indonesia Pemilu sering disebut sebagai pesta demokrasi.

Pemilu dipandang sebagai perayaan karena dengan Pemilu rakyat memiliki kebebasan untuk menyalurkan aspirasi untuk memilih pemimpinnya di pemerintahan maupun wakilnya di lembaga legislatif.

Aspirasi yang berbeda-beda itu diekspresikan lewat pemilihan yang langsung, umum, bebas dan rahasia, ini merupakan bagian dari proses penyebaran demokrasi di seluruh dunia, yang menurut Kofi Annan, merupakan satu dari sekian banyak perubahan paling dramatis yang ia saksikan sepanjang karier diplomatiknya.

Baca: Gegara Pemilu, Sidang Putusan Sela Korporasi Abu Tours Ditunda Dua Pekan Depan

Meskipun Pemilu dipandang sebagai pesta tentang kebebasan berekspresi, sejarah juga mencatat berbagai konflik yang berkaitan dengan Pemilu di berbagai negara.

Konflik dapat terjadi baik pada masa berlangsungnya tahapan-tahapan Pemilu, maupun pasca pemungutan suara.

Pengalaman di sejumlah negara-negara Afrika dan Amerika Latin, -- misalnya di Honduras -- menunjukkan Pemilu dapat menjadi ajang konflik yang berkepanjangan dan mengguncang negara.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved