IPMIL Raya Bahas Pencabutan Moratorium Pembentukan Luwu Raya di Makassar
IPMIL Raya menggelar Simposium Nasional di Karebosi Condotel, Jl Gunung Bulusaraung, Makassar, Sulsel
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya atau IPMIL Raya menggelar Simposium Nasional di Karebosi Condotel, Jl Gunung Bulusaraung, Makassar, Sulsel, Rabu (10/4/2019).
Tema kegiatan ini adalah "Urgensi Pencabutan Moratorium DOB"
Hadir langsung dalam simposium ini yakni Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulsel, Hasan Basri Ambarala; Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Syaiful Alam; Ketua PB IPMIL Raya, Ittong Sule.
Baca: Bupati Takalar Harap Guru Olahraga Cetak Atlet Muda Berprestasi
Baca: Usaha Barbershop di Selayar, Andi Asri Raup Omzet Rp 500 Ribu Per Hari
Baca: DPRD Sulbar Temukan Indikasi Pelanggaran Pada Pengembangan Peternakan Sapi di Beroangin
Syaiful mengatakan, Pemerintah kabupaten Luwu menyampaikan apresiasi sangat tinggi.
"Karena acara ini adalah inisiatif untuk membentuk daerah otonomi baru (DOB) di Luwu," katanya.
Menurutnya, Pemerintah Indonesia masih moratorium DOB.
"Sejak 1999, sudah berjuang untuk membentuk DOB, kita lebih dulu dari Sulbar (Sulawesi Barat), karena Sulbar memanfaatkan momentum politik besar jadi mereka bisa cepat," katanya.
Menurutnya, dalam sejarah panjang pembentukan DOB begitu rumit dari pemerintah dan mahasiswa.
"Alhamdulillah, dokumen untuk Luwu Tengah sudah lengkap, tapi pemerintah menunda karena masalah anggaran," katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, Bahri Suli mengajak masyarakat untuk menyatukan langkah supaya Luwu Raya menjadi provinsi.
"Komitmen dari pemerintah Luwu Timur, saya yakin komitmen ini betul-betul dilakukan oleh jajaran pemerintah kota di Luwu Raya," katanya.
Menurutnya, Pemerintah kabupaten dan kota berkomitmen membentuk Luwu Raya.
"Yakin saja, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga berkomitmen untuk itu (pembentukan provinsi Luwu Raya)," katanya.
Hasan Basri mengatakan, tiga tahun lalu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk membicarakan daerah Luwu Raya di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).