Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Deklarasi 'Rabu Putih', Ribuan Kader GP Ansor Maros Pakai Baju Putih Saat Mencoblos

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, mendeklarasikan gerakan 'Rabu Putih' pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Penulis: Ansar | Editor: Munawwarah Ahmad
Abrar Rahman
Ketua GP Ansor Maros, Abrar Rahman (kanan) bersama dua kader lainnya. 

TRIBUN MAROS.COM, BONTOA - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, mendeklarasikan gerakan 'Rabu Putih' pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019, Rabu (17/4/2019).

Ribuan kader GP Ansor Maros akan mengenakan baju putih, sarung dan kopiah, saat menggunakan hak suaranya.

Ketua GP Ansor Maros, Abrar Rahman mengatakan, gerakan 'Rabu Putih' sebagai bentuk partisipasi organisasi menyukseskan Pemilu 2019.

Rabu Putih tersebut juga untuk memastikan, proses pemungutan suara 17 April 2019 mendatang, berjalan kondusif dan lancar.

"Nantinya, anggota GP Ansor Maros berada di TPS dengan mengenakan baju putih, sarung dan kopiah. Itu lah yang membedakan kami," kata Abrar.

Gerakan tersebur berawal dari maraknya informasi hoaks dan ujaran kebencian, baik melalui media sosial ataupun secara langsung.

Akibat hoaks dan ujaran kebencian yang massif dan sistematis, warga menjadi terpolarisasi semakin menjadi-jadi.

"Karena hal itu, justru akan membuat warga enggan menggunakan hak suaranya. Ada intimidasi dari kelompok tertentu yang ingin mengambil keuntungan politik," katanya.

Melalui gerakan tersebut, Tempat Pemungutan smSuara (TPS) juga akan dikawal oleh kader GP Ansor dan Banser.

Rabu Putih merupakan gerakan bersama. Kader menghimbau warga untuk juga terlibat.

"Artinya gerakan ini bukan milik Ansor saja. Kita lempar ini ke warga, supaya senua bisa terlibat dalam gerakan Rabu Putih ini," kata Abrar.

Abrar menjelaskan Rabu Putih di Maros juga akan melibatkan seluruh kader-kader muda Nahdlatul Ulama seperti Ansor, Banser, PMII, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, Pengurus NU Kecamatan dan Desa.

"Semua akan terlibat memastikan tidak ada intimidasi terhadap pemilih di TPS, pada 17 April 2019 mendatang," katanya.

Abrar juga menjelaskan cara kerja para anggota. Nantinya, mereka ada yang membantu pengamanan aparat dan ada yang berjaga di TPS untuk mengantisipasi keributan.

Menurut Abrar, di Maros, ada 1082 TPS. Karena itu Ansor akan mengerahkan minimal 1.000 kader untuk bertugas diseluruh TPS yang ada di Maros.

Laporan Wartawan TribunMaros.com, @anchakaumanshar

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved