Kementan Kembali Dorong Ekspansi Pasar Ekspor Perunggasan ke Timor Leste

Menurut Ketut, Kementerian Pertanian terus mendorong dan memberikan dukungan terhadap perusahaan perunggasan untuk melakukan ekspansi pasar

Kementan Kembali Dorong Ekspansi Pasar Ekspor Perunggasan ke Timor Leste
Humas Kementan RI
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita dalam entry meeting Import Risk Analysis (IRA) untuk produk unggas dengan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Surabaya, Selasa (9/4/19). 

TRIBUN-TIMUR.COM, SURABAYA - Pemerintah Republik Indonesia menjamin bahwa setiap unggas dan produk unggas dari peternakan yang memiliki Sertifikat Kompartemen Bebas Avian Influenza (AI) adalah komoditas yang terjamin sehat dan aman dari virus AI untuk perdagangan dalam negeri atau ekspor ke negara lain. Jaminan ini bisa diberikan karena Indonesia telah menerapkan kompartementalisasi sesuai pedoman Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita dalam entry meeting Import Risk Analysis (IRA) untuk produk unggas dengan Delegasi Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Surabaya, Selasa (9/4/19).

Menurut Ketut, Kementerian Pertanian terus mendorong dan memberikan dukungan terhadap perusahaan perunggasan untuk melakukan ekspansi pasar ekspor ke luar negeri.

"Kali ini giliran PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang akan diantar mengepakkan sayap ke negara tetangga RDTL,” ujar Ketut.

Lebih lanjut Ketut menerangkan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan nilai ekspor peternakan ke RDTL yakni dengan menjamin kualitas dan keamanan produk peternakan yang di ekspor. Semua komoditas unggas dan produk unggas yang diekspor ke Timor Leste berasal dari unit peternakan unggas yang telah mendapatkan Sertifikat Kompartemen Bebas AI dari Kementerian Pertanian.

"Untuk komoditas daging ayam beku berasal dari Rumah Potong Hewan Ayam yang memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner," terangnya.

Disamping itu, Ketut juga menyatakan komitmen Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal bagi RDTL. Kementerian Pertanian bersama pihak terkait terus memperbaiki strategi dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit Avian Influenza (AI) atau flu burung, melalui zona bebas AI dan kompartemen secara bertahap dan terus-menerus.

"Sejauh ini, kompartemen bebas AI yang telah disertifikasi sebanyak 177 unit di 10 provinsi, yaitu 75 di Jawa Barat Lampung 14, Jawa Timur 32, Banten 14, Jawa Tengah 6, Bali 13, NTT 6, DI Yogyakarta 4, dan Kalimantan Barat 5, dan Sulawesi Selatan sebanyak 8 yang sudah disertifikasi," tandas Ketut.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan RDTL, Domingos Gusmao menyampaikan ketertarikannya untuk meningkatkan impor komoditi unggas, olahan ayam, dan pakan ternak dari Indonesia, hal ini didasari dengan adanya pengalaman impor Day Old Chicks (DOC) Final Stock (FS) dari Indonesia yang sudah berjalan dengan baik.

"Saat ini kami telah menyetujui usulan penambahan impor dari unit usaha lain dari Indonesia yang dimulai dengan kegiatan IRA pada 8 hingga 12 April 2019 untuk komoditi unggas PT. Japfa Comfeed Indonesia," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved