Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kepala Balitbang Agama Makassar: Isu SARA Hanya Terjadi Selama Pemilu

"Saya melihat politik identitas atau SARA ini hanya akan terjadi selama Pemilihan Umum," kata Saprillah.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Hasrul
Hasim Arfah/Tribun Timur
Kepala Balai Litbang (Balitbang) Agama Makassar, Saprillah Syahrir (kemeja putih). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepala Balai Litbang (Balitbang) Agama Makassar, Saprillah Syahrir menganggap politik identitas bakal selesai setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Hal ini dia sampaikan dalam ngobrol pemilu dengan tema "Wujudkan Pemilu 2019 Tanpa Isu SARA" di Rogar Cafe, Jl Hj Saripa Raya, Makassar, Sulsel, Senin (8/4/2019).

Baca: Berhasil Tingkatkan Ekspor Pertanian, Mentan Andi Amran Raih Penghargaan ‘First Exporter Minister’

"Saya melihat politik identitas atau SARA ini hanya akan terjadi selama Pemilihan Umum," kata Saprillah.

Ia menganggap, pemilihan di Indonesia tak sama dengan Argentina.

"Saat itu, memang sudah ada dua kubu yang berbeda," katanya.

Ia menganggap, isu agama atau identitas adalah hal paling cepat untuk mengumpulkan massa.

"Selain itu, isu itu juga paling mudah "digoreng" saat ini," katanya.

Baca: Kurangi Potensi Konflik, Panwascam Sendana Majene Latih Saksi Parpol

Sehingga, dia menganggap oknum yang menggunakan politik identitas sudah melampaui batas.

Ia pun menganggap, ketika ada idiom "orang NU pilih NU" maka itu tak melampaui batas.

"Melampaui batas ketika ada anggapan, kalau bukan NU dipilih maka hancur Indonesia, itu yang tak boleh," katanya. (*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved