SYL Ungkap Alasan Memilih Jokowi, Mulai dari Freeport Sampai Soal Anak
Dengan memakai selempang khas NTT sebagai lambang kehormatan, ia berorasi dengan penuh semangat dihadapan para warga NTT yang tinggal di Sulsel.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ungkap alasannya memilih calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin, dalam acara Deklarasi Garda Flobamora Nusa Tenggara Timur di Amaryllis Hall, Hotel Claro, Jl AP Pettarani No 3 Makassar, Minggu (7/4/2019).
Dengan memakai selempang khas NTT sebagai lambang kehormatan, ia berorasi dengan penuh semangat di hadapan para warga NTT yang tinggal di Sulsel.
"Kita mau sama-sama bertanggung jawab, agar negara kita bisa lebih baik dari kemarin. Ini substansi kita, sebagai warga negara. Indonesia ini milik kita semua. Negara kita ini negara besar keempat dua, dan memiliki demokrasi besar di dunia," tuturnya.
Ia menginginkan negara Indonesia jauh lebih baik kedepan.
Sambil mengangkat tangan ia juga mengajak masyarakat NTT yang hadir dalam acara tersebut untuk mendukung Jokowi-Maruf.
"Pilihan kita memang harus ke Jokowi, kita tidak ingin gagasan atau spekulasi.Meski ada hal tersebut belum tentu bisa bekerja," katanya.
Ia juga sempat menyinggung tentang persoalan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, isu ekonomi melemah itu adalah kebohongan.
"Kalau orang bilang ekonomi Indonesia jelek, itu pembohongan. Di dunia ini Indonesia urutan ke-3 ekonominya bagus," katanya.
Menurutnya, jika ekonomi Indonesia lemah tidak akan ada yang mengantri, mentega, minyak tanah, bahan sembako lainnya.
Ia juga mengatakan pencapainnya Jokowi untuk merebut hak freepot sebanyak 51 persen adalah hal luar biasa.
"Saya khawatir kalau bukan Jokowi, bisa jadi 20 persen itupun dibagi-bagi," tegasnya.
Baginya, hanya orang yang anti korupsi bisa melakukan hal tersebut.
"Pernah dengar Syahrul disogok-sogok?," tanyanya kepada para peserta.
Ia yang mengaku mengetahui ilmu pemerintahan mengatakan ada dua hal yang dapat merusak negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/orasinya-dalam-acara.jpg)