Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wakil Bupati Wajo Akan Panggil Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Siwa

Pemkab Wajo bakalan mencarikan titik temu antara pihak manajemen RSUD Siwa dengan ratusan tenaga honorer yang mengundurkan diri.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
hardiansyah/tribunwajo.com
Bupati dan Wakil Bupati Wajo, Amran Mahmud dan Amran saat ditemui pasca menerima aspirasi demonstran di Kantor Bupati Wajo, Senin (18/02/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo bakalan mencarikan titik temu antara pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa dengan ratusan tenaga honorer yang mengundurkan diri.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Wajo, Amran Mahmud kepada Tribun Timur, Rabu (3/4/2019).

"Insya Allah kita akan dalami masalahnya agar bisa dicarikan solusi yang tepat. Sementara ditangani Pak Wabup," katanya.

Baca: Ratusan Honorer RSUD Siwa Mundur, Dewan Wajo Bakal Bicara dengan Direktur

Baca: Polisi Amankan Seorang Sopir di Jeneponto, Diduga Transasksi Sabu

Baca: Baru 3 Parpol Serahkan Nama Saksi ke Bawaslu Luwu Utara

Dikonformasi terpisah, Wakil Bupati Wajo, Amran menyebutkan telah menerima laporan terkait adanya 120 tenaga honorer di RSUD Siwa yang mengundurkan diri.

Lebih lanjut, dirinya bakalan membicarakan hal tersebut kepada Direktur RSUD Wajo, Armin, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo.

"Saya akan bicarakan dulu dengan dinas terkait," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (3/4/2019).

"Besok (Kamis) saya panggil dinas terkait perihal tersebut, intinya kami akan lakukan yang terbaik buat mereka (tenaga honorer) untuk melayani masyarakat," sambungnya.

Sebelumnya, terhitung sejak 1 April 2019, sebanyak 115 tenaga honorer yang kebanyakan dari bidan dan perawat menyatakan mengundurkan diri di RSUD Siwa. Sehari berselang, angka tersebut bertambah menjadi 120 tenaga honorer.

Menurut salah satu tenaga honorer, L, pengunduran diri ramai-ramai tersebut lantaran ada tuntutan yang tak terpenuhi.

"Isi tuntutan pegawai honorer RSUD Siwa, gaji yang layak dan merata sesuai UMR dalam bentuk MOU (perjanjian kerja) tanpa membedakan masa kerja," katanya, Rabu (2/4/2019) kemarin.

Sayangnya, hal tersebut tak terpenuhi. Dari bocoran L, upah yang diterimanya cuma berkisar Rp 100.000 sampai Rp 250.000 saja.

"Untuk uang bensin saja tak cukup," katanya. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

A

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved