Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Buat Pesan Jangan Golput di Pilpres 2019, Ini Profil Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Jenderal yang satu ini menilai debat Pilpres 2019 itu sebagai ajang beradu argumen untuk saling menyerang dalam menjual konsep.

Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
(Kompas.com/ Kristian Erdianto)
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo buat pesan untuk Pilpres 2019. Yakni menyerukan agar tak memutuskan golput.

Hal ini disampaikan Gatot Nurmantyo saat berbincang dengan aktor sekaligus stand up comedian, Pandji Pragiwaksono.

Baginya, keputusan untuk golput itu menunjukkan seseorang itu menyerah.

Mantan Panglima TNI ini menegaskan, satu suara itu sangat menentukan nasib bangsa Indonesia dalam lima tahun ke depan.

 Oleh karena itu, ia menyerukan agar tak menyia-nyiakan momen penting Pilpres 2019.

Mulanya, Pandji Pragiwaksono menanyakan pandangan Gatot Nurmantyo terkait nuansa Pilpres 2019, yang kini penuh gesekan antara pasangan capres-cawapres nomor urut 01 dan nomor urut 02.

Mendengar pertanyaan itu, Gatot Nurmantyo menyebut, Pilpres 2019 ini sama seperti Pilpres 2014.

Hal ini disebabkan diusungnya capres yang sama, yakni Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto.

Selain itu, tak ada poros ketiga sehingga Pilpres diwarnai dukungan panas di antara dua kubu.

Tensi politik yang penuh gesekan dan terbelah menjadi dua itu terlihat menyedihkan di mata Gatot Nurmantyo.

"Pilpres ini pada 2014 sudah terbelah juga sama. Cuma yang menyedihkan saya hanya mengingatkan gambaran Pilpres yang penuh dengan fanatisme dan gesekan-gesekan itu adalah tolok ulur budaya juga. Negara-negara maju mana ada gesekan-gesekan," ujar Gatot Nurmantyo dalam video di akun Youtube Pandji Pragiwaksono.

Ia menegaskan, jangan sampai bangsa Indonesia terpecah belah hanya karena meributkan memilih antara Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

Lahir 1960

Dilansir dari wikipedia.org Jenderal TNI Purn. Gatot Nurmantyo lahir di Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960.

Ia adalah mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (2015-2017).

Sebelumnya, Gatot merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30 yang mulai menjabat sejak tanggal 25 Juli 2014 setelah ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal TNI Budiman.

Ia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir.

Pada bulan Juni 2015, ia diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon Panglima TNI, menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa purna baktinya.

Gatot bersama tokoh pemerintahan lainnya beserta para aktivis sosial bergabung dalam aksi untuk mendukung toleransi beragama selama periode unjuk rasa di Jakarta pada bulan November 2016.

Bersama dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kapolri Tito Karnavian dan aktivis Islam seperti Yenny Wahid, mereka menggalang dukungan untuk persatuan antar agama sebagai penyeimbang dari aksi unjuk rasa yang digelar sebelumnya terhadap Gubernur DKI Jakarta beragama Kristen keturunan Tionghoa, Basuki Tjahaja Purnama yang diwarnai elemen intoleransi dan Sinofobia.

Gatot dilahirkan di Tegal, Jawa Tengah. Dari pernikahannya dengan Enny Trimurti, ia memiiki 3 orang anak.

Lulusan Akmil 1982

Gatot Nurmantyo merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1982, dan berpengalaman di kecabangan infanteri baret hijau Kostrad.

Gatot pernah menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat), Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya dan Gubernur Akademi Militer.

Di bidang lainnya, Gatot juga menjabat sebagai Ketua Umum PB FORKI periode tahun 2014 hingga 2018.

Biodata

Nama lengkap: Gatot Nurmantyo

Tempat, tanggal lahir: Tegal, 13 Maret 1960 (umur 59)

Istri: Enny Trimurti

Alma mater: Akademi Militer (1982)

Instagram: @nurmantyo_gatot

Ayah : Suwantyo

Anak : Bayu Yudha NR, Ines Titi Sari, Inka Martha NR

Jabatan Tinggi:

1. Panglima Tentara Nasional Indonesia 16

Masa jabatan
8 Juli 2015 – 8 Desember 2017
Presiden Joko Widodo
Pendahulu Jenderal TNI Moeldoko
Pengganti Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

2. Kepala Staf TNI Angkatan Darat 30
Masa jabatan
25 Juli 2014 – 15 Juli 2015
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Wakil M. Munir (2014-15)

3. Panglima TNI Moeldoko (2014-15)
Gatot Nurmantyo (2015)
Pendahulu Jenderal TNI Budiman
Pengganti Jenderal TNI Mulyono

4. Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat 35
Masa jabatan
5 Juni 2013 – 5 September 2014
Pendahulu Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir
Pengganti Letnan Jenderal TNI Mulyono

5. Dankodiklat TNI-AD
Masa jabatan
21 Oktober 2011 – 5 Juni 2013
Pendahulu Letnan Jenderal TNI Marciano Norman
Pengganti Letnan Jenderal TNI Lodewijk F. Paulus

6. Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya
Masa jabatan
2010 – 21 Oktober 2011
Pendahulu Mayor Jenderal TNI Suwarno
Pengganti Mayor Jenderal TNI Murdjito

Jabatan militer

  1. Komandan Peleton MO. 81 Kompi Bantuan Batalyon Infanteri 315/Garuda
  2. Komandan Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 320/Badak Putih
  3. Komandan Kompi Senapan C Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana
  4. Kepala Urusan Dalam Detasemen Latihan Tempur
  5. ADC Panglima Kodam III/Siliwangi
  6. PS Kepala Seksi-2/Operasi Korem 174/Anim Ti Waninggap
  7. Komandan Batalyon Infanteri 731/Kabaresi
  8. Komandan Kodim 1707/Merauke
  9. Komandan Kodim 1701/Jayapura
  10. Sekretaris Pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
  11. Komandan Brigade Infanteri 1/PIK Jaya Sakti
  12. Asisten Operasi Kepala Staf Kodam Jaya
  13. Komandan Resimen Induk Daerah Militer Jaya
  14. Komandan Korem 061/Suryakencana (2006–2007)
  15. Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad (2007–2008)
  16. Direktur Latihan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (2008–2009)
  17. Gubernur Akademi Militer (2009–2010)
  18. Panglima Kodam V/Brawijaya (2010–2011)
  19. Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (2011–2013)
  20. Panglima Komando Cabang Srategis Angkatan Darat (2013–2014)
  21. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2014–2015)
  22. Panglima Tentara Nasional Indonesia (2015–2017)
  23. Pati Mabes TNI AD (2017)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved