Ratusan Guru Unjuk Rasa Tuntut Regulasi Perlindungan Guru di DPRD Mamuju

Sekitar seratusan guru di Kabupaten Mamuju, mendatangi kantor DPRD Mamuju di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Jumat (29/3/2019).

Ratusan Guru Unjuk Rasa Tuntut Regulasi Perlindungan Guru di DPRD Mamuju
nurhadi
Unjuk rasa ratusan guru di DPRD Kabupaten Mamuju, Sulbar, Jumat (29/3/2019) nurhaditribuntimur.com 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Sekitar seratusan guru di Kabupaten Mamuju, mendatangi kantor DPRD Mamuju di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Jumat (29/3/2019).

Mereka tergabungan dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sulawesi Barat.

Dikawal ketat puluhan aparat. 

Para guru diterima Ketua DPRD Mamuju, Hj Siti Suraidah Suhardi, bersama empat anggota DPRD Malik Ballako, Muhammad Backri Bestari, Syamsuddin dan Ado Mas'ud.

Usai menyampaikan aspirasinya, mereka lalu audiensi dengan anggota DPRD di ruangan sidang paripurna gedung DPRD Mamuju.

Baca: Orangtua Siswa Aniaya Guru, Ini Komentar Anggota Komisi II DPRD Mamuju

Baca: Jadi Saksi Korupsi, Tujuh Anggota DPRD Enrekang Kompak Menjawab Lupa

Unjuk rasa tersebut, pasca adanya insiden pemukulan guru SMP Negeri 6 Kalukku, Harlawan Ahlak Hansyah oleh orang tua siswa hingga masuk rumah sakit.

Ratusan guru tersebut menuntut pihak DPRD dan eksekutif segera merumuskan Perda terkait perlindungan sebagai turunan undang-undang perlindungan guru dan dosen dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

"Kami minta DPRD dan pihak eksekutif untuk segera membuat regulasi atau lembaga dewan kehormatan guru,"kata presidium aksi Rustan Apandi.

Rustan mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk permintaan dukungan ke DPRD agar kejadian serupa tidak terulang dengan membentuk suatu regulasi atau lembaga.

"Sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya, tidak khawatir demi mewujudkan tujuan pendidikan nasional,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved