Dua Terduga Pembunuh Calon Pendeta di Ogan Komering Ilir Ditangkap, Benarkah Ada Motif Asmara?
Polisi akhirnya berhasil menangkap dua terduga pelaku pembunuhan calon pendeta Melinda Zidemi di Ogan Komering Ilir
TRIBUN-TIMUR.COM-Polisi akhirnya berhasil menangkap dua terduga pelaku pembunuhan calon pendeta Melinda Zidemi di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (28/3/2019).
Inisial kedua pelaku, yakni H dan N. Keduanya disebut bekerja sebagai buruh di perkebunan sawit.
Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dua pelaku pembunuhan terhadap Melinda Zidemi saat ini masih terus diperiksa secara intensif oleh petugas.
Baca: Calon Pendeta Diperkosa lalu Dibunuh, Begini Ciri-ciri Dua Pelakunya, Bocah 9 Tahun Jadi Saksi Kunci
Baca: Di Tubuh Calon Pendeta Melinda Zidemi yang Dibunuh dan Diperkosa Ditemukan Sperma, Nikah Juni
Baca: Lepas dari Maut, Bocah 9 Tahun Ungkap Pembunuhan Wanita Calon Pendeta di Palembang, Lari Temui Warga
Keduanya ditangkap setelah pihak penyidik lebih dulu melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dari keterangan saksi tersebut, petugas akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku di kawasan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
"Iya alhamdulilah belum sampai 48 jam, tim dari Polda Sumsel, Polres OKI dan Polsek sudah bisa menangkap pelaku inisial Hen dan Nang. Besok setelah bukti dan tersangka merapat ke Polda, kami akan rilis,sekitar pukul 15.00 WIB," kata Zulkarnain saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (28/3/2019).
Diberitakan sebelumnya, seorang calon pendeta berinisial MZ (24), diperkosa dan dibunuh dua pelaku di area perkebunan kelapa sawit di OKI, Sumsel, Senin (25/3/2019).
Sebanyak lima orang saksi telah diperiksa oleh penyidik gabungan di Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terkait tewasnya MZ.
Para saksi yang diperiksa merupakan orang terakhir yang bertemu dengan korban di lokasi kejadian yakni di area Perkebunan Sawit PT PSM, Sungai Baung, OKI, Sumatera Selatan.
Bocah 9 Tahun Jadi Saksi Kunci
Dari keterangan itu, akan dicocokan dengan saksi kunci yakni NP (9) yang saat ini masih dalam tahap pemulihan karena mengalami trauma.
Bocah terinisial NT bercerita dirinya dan korban dicegat 2 orang pria di tengah jalan saat hendak pulang dari Divisi 1 ke Divisi 4 Perekebunan PT Sawit Mas Persada Pukul 17.00 WIB, Senin (25/3/2019).
"Si anak selamat dan berlari mengabari kalau ada yang mencegat," kata Dodi, pekerja PT Sawit Mas Persada.
Menurut Dodi, saat ditemukan tak ada barang-barang Melinda yang hilang termasuk sepeda motornya masih ada.
Sore sekitar pukul 16.00 perempuan muda yang berasal dari Nias Sumatera Utara itu datang ke Divisi 1 dari mess tempat tinggalnya di Divisi 4.
"Jaraknya sekitar 2 kilometer. Dia datang mau ngurus gereja bersama anak kecil sekitar 9 tahun. Saat itu saya lihat sendiri mereka datang saat saya sedang bongkar bibit," katanya.
Dari Divisi 1 sekitar pukul 17.00, Melinda dan anak kecil tadi pulang ke Divisi 4.
Di tengah perjalanan, keduanya dicegat dua orang laki-laki.
"Si anak berhasil meloloskan diri dan melapor ke Divisi 4," katanya.
Ternyata, NT ditemukan berjarak 100 meter dari tempat kejadian dengan kondisi terikat tali karet ban bekas.
Supriadi Kabid Humas Polda Sumatera Selatan mengungkapkan kalau pelaku mengira bahwa bocah tersebut sudah meninggal.
"Di luar dugaan pelaku bahwa korban NT yang selamat ini yang kini jadi saksi selamat, dan bisa melepaskan diri dan kabur," ungkapnya di Instalasi Forensik Rs Bhayangkara Palembang. Selasa (26/3/19).
NT mengalami luka-luka di punggung karena tubuhnya diseret menuju tempat semak-semak.
Korban juga masih mengalami trauma dan belum bisa dimintai keterangan.
Baca: Calon Pendeta Melinda Zidemi yang Dibunuh Ternyata Hendak Nikah Juni dan Ini Foto Kekasihnya
Baca: Fakta-fakta Pembunuhan Melinda Zidemi, Lulusan Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang
"Dan terdapat luka di punggung diduga karena diseret menuju tempat semak-semak dan ada dua TKP ya. Saat ini korban sudah kita amankan, kita rawat sampai pulih, dan kita mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk
mengungkap kasus ini," tambahnya.
Ada Motif Asmara?
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, pemeriksaan awal motif pembunuhan MZ diduga karena asmara sehingga pelaku menyimpan kebencian kepada korban.
"Mereka sama-sama satu wilayah (Kabupaten OKI). Diduga ada motif asmara,"kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi saat dikonfirmasi, Kamis (28/3/2019).
Namun, Supriadi belum bisa memberikan keterangan jelas motif asmara yang dimaksud karena masih dalam tahap pengembangan.
Pemeriksaan H dan N, dua pelaku pembunuhan terhadap MZ (24) yang merupakan calon pendeta di Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI), Sumatera Selatan saat ini terus berlanjut.
Kabar terbaru dari pemeriksaan tersebut, motif asmara juga disebut menjadi pemicu terjadinya kasus pembunuhan terhadap MZ oleh H dan N.
Namun, Supriadi belum bisa memberikan keterangan jelas motif asmara yang dimaksud karena masih dalam tahap pengembangan.
"Lebih lengkapnya besok, karena akan dirilis,"ujarnya.
H dan N merupakan buruh perkebunan sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Keduanya ditangkap setelah petugas lebih dulu melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi.(*)
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/melinda-zidemi-5-2832019.jpg)