PMI Sulsel Bekali Jurnalis Grup Kompas Gramedia Pelatihan Media Safety
Dilanjutkan dengan materi Healt Care in Danger dan pemberian materi tentang Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI).
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - 22 Jurnalis dari Grup Kompas Gramedia mengikuti pelatihan Media Safety yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel, Rabu (27/3/2019).
Ke 22 jurnalis itu terdiri dari 21 jurnalis Kompas TV dan seorang jurnalis Tribun-Timur.
Pelatihan yang berlangsung di kantor PMI Sulsel, Jl Lanto Dg Pasewang, Makassar, itu diawali dengan pembekalan Palang Merah Indonesia dan Mengenal IFRC dan Perhimpunan nasional di Dunia.
Dilanjutkan dengan materi Healt Care in Danger dan pemberian materi tentang Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI).
Dalam pelatihan itu, para jurnalis juga diberikan materi tentang istilah dan nama-nama perlatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan praktek tata cara pemberian pertolongan pertama, baik pada diri sendiri ataupun orang lain.
Pertolongan yang diperagakan dalam pelatihan itu, mulai dari penanganan luka, luka terbuka akibat patah tulang, dan pertolongan pertama terhadap korban tenggelam atau yang mengalami kondisi kritis.
Para jurnalis tampak antusias mengikuti paparan materi dan praktek yang diajarkan.
Pasalnya, jurnalis yang bertugas di lapangan kerap mendapati adanya korban luka, dan juga rentan menjadi korban saat melaksanakan tugas peliputan. Khususnya, di daerah konflik atau lokasi kerusuhan.
Praktek pertolongan pertama, mulai dari penanganan pertama pada luka, patah tulang terbuka atau tertutup dan pertolongan pertama pada korban tenggelam.
"Kami tentunya sangat appreciate kerena pelatihan seperti ini belum pernah kami lakukan di media kami. Jadi, jujur saja mewakili teman-teman sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena kita tahun PMI selama ini seiring sejalan jika ada bencana," kata Kabiro Kompas TV Sulsel, Safri Sitepu.
Sekretaris PMI Sulsel Drs H Luthfi Qadir mengungkapkan, para jurnalis sangat penting mengikuti pelatihan media safety karena kerap hadir dan menemui lansung lokasi bencana atau konflik.
"Sebagai wartawan harus dibekali banyak pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang bagaimana menolong orang lain dan diri sendiri ketika menemui kecelakaan atau luka di lokasi bencana ataupun konflik," ujarnya.
Sementara, Deputy Head of Communication ICRC, Generasius Blomen NOMER yang karib disapa Sonny, berharap agar para pimpinan media dapat membekali wartawannya dengan hukum humaniter dan tata cara pertolongan pertama pada kecelakaan.
"Ada dua hal yang harus dipahami, yang pertama dari sisi pengatahuan tentang hukum perang (hukum humaniter), secara khusus bagi wartawan bagaimana hukum humaniter itu dapat melindungi dirinya saat bertugas di daerah konflik. Terus yang kedua untuk keselamatan sendiri, sebaikan wartawan mengikuti pelatihan-pelatihan khusus saat mengalami kecelakaan dalam menjalankan tugas," harap Sonny.(tribun-timur.com)
Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jurnalis-dari-grup-komp.jpg)