Ketua Hanura Enrekang Kenang Saat Jadi Bendahara Program Pembangunan 105 Masjid Suhada Andi Sose
Mantan pejuang 45, Bringjen TNI (Purn) Dr Hc H Andi Sose bin H Andi Liu meninggal di usia 89 Tahun, Selasa (26/3/2019) pagi.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Mantan pejuang 45, Bringjen TNI (Purn) Dr Hc H Andi Sose bin H Andi Liu meninggal di usia 89 Tahun, Selasa (26/3/2019) pagi.
Saat ini jenazah Andi Sose disemayamkan di rumah duka Jl Sungai Tangka, Kota Makassar, belakang rujab Gubernur Sulsel.
Ketua Hanura Enrekang yang juga Ponakan Almarhum, Andy Hendra, mengenang sosok pendiri Universitas 45 Makassar itu (kini Universitas Bosowa).
Menurutnya, Andi Sose adalah tokoh yang dermawan, gigih, disiplin dan tegas.
Hal itu dapat dilihat dari sejarah perjuangannya semasa hidup yang turut andil mengusir penjajah dari Bumi Massenrempulu dan Sulsel.
Bahkan, di usianya yang baru 13 tahun Andi Sose sudah ikut bergerilya bersama pahlawan lainnya dalam melawan penjajah.
Selain itu, keuletannya juga dalam menjalani hidup mengarahkan dirinya menjadi pengusaha yang sukses.
"Sikap disiplin dan tegas yang selalu ditanamkannya bisa dilihat dari kesuksesannya dalam mengusir penjajah dan membangun usaha," kata Andy Hendra, Selasa (26/3/2019).
Andy Hendra melanjutkan, meski Andi Sose telah meraih kesuksesan, Ia tetap membumi dengan memperlihatkan sikap kedermawanannya.
Seperti membangun masjid-masjid di beberapa daerah, mendirikan universitas, membangun Rumah Sakit dan lainnya.
"Telah banyak tabungan amal jariah yang ditanamnya semasa hidup, jadi tak heran jika beliau selalu dirindukan," ujar Legislator Hanura Enrekang ini.
Andy Hendra mengaku cukup tau dengan karakter Andi Sose sebab, dirinya pernah menjadi bendahara dalam program pembangunan 105 masjid suhada 45 yang digagas Andi Sose tahun 1996 lalu.
Dalam program sosial itu Andi Sose membangun 105 masjid di beberapa daerah di Sulawesi Selatan yang seluruhnya diberi nama Masjid Suhada 45.
Kala itu, anggaran pribadi senilai Rp 4,7 miliar digelontorkan Andi Sose untuk membiayai pembangunan 105 masjid tersebut.
Dengan setiap satu unit masjid yang dibangun diberi anggaran Rp 45 juta per masjid.
Lokasi pendirian tiap masjid mengacu pada daerah atau titik dimana Andi Sose dulu berjuang melawan penjajah.
"Seluruh masjid rampung dibangun selama setahun (1997), beliau bangun masjid itu karena katanya prihatin di beberapa titik tempatnya berjuang dulu masih kurang masjid," tutur Andy Hendra.
Dari situ, Andy Hendra, melihat bagaimana ketegasan, kedisiplinan dan sikap dermawan Andi Sose.
Ia pun berharap, sikap dermawan, kegigihan dan keberanian Andi Sose dapat ditiru oleh para generasi muda saat ini. (tribunenrekang.com)
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com @whaiez
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :
Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ketua-hanura-enrekang-yang-juga-ponakan-almarhum-andy-hendra.jpg)