PBSI Sulsel: Persiapan Pra-PON Terkendala Akibat Peralihan

"Agenda persiapan belum ada, sekarang masih urusi administasi atlet di Dispora. Karena pindah dari KONI ke Dispora," ujar Michael Kiki.

PBSI Sulsel: Persiapan Pra-PON Terkendala Akibat Peralihan
INT
Ketua PBSI Sulsel, Devo Khadafi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) belum mengagendakan persiapan tim pada babak Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Hal ini lantaran Kepengurusan ataupun persiapan jelang PON yang dulunya berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kini beralih ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Baca: TRIBUNWIKI: Penyanyi Amerika Serikat Austin Mahone Pengen Ketemu Marion Jola, Ini Profilnya

Baca: Jangan Tunggu Hasil SNMPTN 2019, Segera Daftar UTBK 2019 Gelombang I,Kursi di 7 PTN ini Hampir Penuh

Seluruh atlet yang berada di bawah naungan PBSI Sulsel pun harus didaftarkan kembali ke Dispora Sulsel. Hal inilah yang membuat persiapan Pra-PON mengalami kendala.

"Agenda persiapan belum ada, sekarang masih urusi administasi atlet di Dispora. Karena pindah dari KONI ke Dispora," ujar Bagian Humas PBSI Sulsel, Michael Kiki, saat dikonfirmasi, Kamis (21/3/2019).

Meski begitu, Kiki menuturkan jika PBSI Sulsel sudah memiliki tim bayangan yang akan diikutkan pada Pra-PON nantinya. Itupun tim bayangan ini belum terikat secara resmi dan bisa saja mengalami perubahan sewaktu-waktu.

"Sudah ada tim bayangan. Tapi belum Fix juga, kita masih menunggu perkembangan," lanjutnya.

Padahal seperti yang diketahui Pra-PON untuk Cabor Bulutangkis akan berlangsung pada November 2019 mendatang. Selain Cabor Bulutangkis Sulsel yang belum menjalani masa persiapan jelang Pra-PON, disinyalir Cabor-Cabor lainnya juga mengalami hal serupa.

Ini tak terlepas dari adanya perubahan kebijakan antara KONI Sulsel dan Dispora Sulsel. Bahkan terkait program persiapan yang mana di awal tahun 2019 KONI Sulsel mencanangkan Program "Sulsel Prima" kini tak lagi berjalan secara optimal.

Baru-baru ini program serupa juga dicanangkan Dispora Sulsel bernama Pembibitan dan Pembinaan Olahraga Daerah (PPOD). Program ini juga bagian dari penjaringan atau seleksi atlet jelang Pra-PON dan PON 2020 Papua.

Sebanyak kurang lebih 800 atlet dari 47 cabang olahraga (cabor) mengikuti penjaringan peserta Pembibitan dan Pembinaan Olahraga Daerah (PPOD) di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM sejak 18 hingga 20 Maret 2019. Proses seleksi meliputi tes kesehatan dan psikotes.

“Jadi penjaringan atlet ini merupakan program baru yang diluncurkan Dispora Sulsel. Namanya PPOD Program Sulsel Andalan Dispora Sulsel,” ungkap Penanggungjawab kegiatan, Nukhrawi Nawir.

Nukhrawi menjelaskan, program ini sedianya sebagai persiapan Sulsel untuk menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun ini. Olehnya itu, Dispora Sulsel bergerak cepat menjaring atlet berkualitas di seluruh daerah untuk menyiapkan kontingen terbaiknya.

“Dari 800 atlet yang diseleksi itu akan keluar 200 lebih yang lolos. Tergantung besaran dana yang disiapkan Dispora Sulsel. Namun, itu juga belum pasti karena ada meeting setelah penjaringan ini,” katanya.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Baca: TRIBUNWIKI: Film Horor Us Sudah Tayang di Makassar, Karya Peraih Oscar, Ini Sinopsis dan Trailernya

Baca: Jokowi-Maruf Unggul di Pulau Jawa, Prabowo-Sandi di Sumatera, Bagaimana di Kawasan Timur Indonesia?

Penulis: Alfian
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved