Pemkot Palu Minta BNPB Gunakan Dana Bantuan Luar Negeri Tanggulangi Logistik Pengungsi

Menurutnya, dana yang tersedia adalah bantuan dari luar negeri yang ada pada BNPB pusat, yaitu sekitar Rp 250 Miliar.

Pemkot Palu Minta BNPB Gunakan Dana Bantuan Luar Negeri Tanggulangi Logistik Pengungsi
Muhakir/tribunpalu.com
Pengungsi yang tinggal di Hunian Sementara Petobi, Selasa (19/3/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Wali Kota Palu, Hidayat, menyampaikan hasil pertemuannya dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pekan lalu.

Selasa (19/3/2019), Wali Kota Hidayat mengatakan bahwa BNPB Pusat diminta untuk menanggulangi jaminan hidup (Jadup) logistik bagi pengungsi di shelter pengungsian dan Hunian Sementara (Huntara).

Para pengungsi itu masih tersebar di beberapa titik kota Palu.

Diketahui, Jadup yang ditanggung oleh APBD Pemkot Palu akan habis di akhir Maret 2019 ini.

"Kemarin saya bertemu dengan kepala BNPB pusat di Jakarta. Terkait hal tersebut. Setelah bertemu di kantornya saya mengutarakan bagaimana jika dana bantuan hibah dari pihak swasta digunakan untuk menalangi jadup bagi warga kota Palu," ujarnya.

Menurutnya, dana yang tersedia adalah bantuan dari luar negeri yang ada pada BNPB pusat, yaitu sekitar Rp 250 Miliar.

Berdasarkan data tahap 2, jumlah pengungsi Kota Palu mencapai 40.738 jiwa, yang tersebar di 8 kecamatan.

Selama Oktober 2018 sampai Maret 2019, APBD Palu telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp54 miliar lebih.

Selain itu, Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Abidin mengatakan, jika dimungkinkan dianggarkan lagi dalam APBD, pihaknya akan memenuhi.

"Kita juga sudah mengusulkan kepada Kementerian Sosial RI untuk pemenuhan Jadup pengungsi selama 2019 sampai 2020, dengan jumlah anggaran Rp480 miliar," jelas Abidin. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Muhakir
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved