SBY: Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan, Agum Gumelar Tiba-tiba Menyerang Saya, 'Tolong Jaga Hati Ibu Ani'

SBY akhirnya memberikan komentar terkait video pernyataan Agum Gumelar yang mempertanyakan sikap dukungannya untuk Prabowo Subianto

SBY: Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan, Agum Gumelar Tiba-tiba Menyerang Saya, 'Tolong Jaga Hati Ibu Ani'
Youtube
SBY: Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan, Agum Gumelar Tiba-tiba Menyerang Saya, 'Tolong Jaga Hati Ibu Ani' 

TRIBUN-TIMUR.COM-Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya memberikan komentar terkait video pernyataan Agum Gumelar yang mempertanyakan sikap dukungannya untuk Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Menurut Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut, pernyataan Agum Gumelar sangat mengganggu perasaan Ani Yudhoyono yang sedang dalam masa perawatan di National University Hospital Singapura.

"Setelah hampir 3 bulan saya "berpuasa" dan tidak berinteraksi di dunia media sosial, maaf, kali ini saya ingin menyampaikan sesuatu. Tadi malam, ketika saya mendampingi Ibu Ani di rumah sakit "NUH" Singapura, saya harus menenangkan perasaan Ibu Ani yang terus terang terganggu dengan pernyataan Pak Agum Gumelar beberapa saat yang lalu," kata SBY, Jumat (15/3/2019).

Baca: Inilah Pesan Mantan Presiden SBY ke Capres Cawapres: Pilpres 2019 Lebih Keras dari Sebelumnya

Baca: Ani Yudhoyono Dapat Donor Sumsum Tulang Belakang Jenderal Bintang 4, Ini Sosok Pramono Edhie Wibowo

Baca: Ketika Agum Gumelar Ditugasi Benny Moerdani Selidiki Jenderal Polisi yang Dicurigai Anggota PKI

Agum Gumelar
Agum Gumelar (KOMPAS.COM)
Menurut SBY, Agum Gumelar yang merupakan purnawirawan Jenderal tersebut tanpa sebab mendiskreditkannya soal dukungan kepada Prabowo.

Kondisi tersebut menurut SBY membuat istrinya tidak senang.

"Teman-teman tahu bahwa Pak Agum, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba menyerang dan mendiskreditkan saya soal pencapresan Pak Prabowo. Nampaknya Ibu Ani merasa tidak "happy" dengan kata-kata Pak Agum yang menghina saya sebagai "tidak punya prinsip,"katanya.

Hal tersebut menurut SBY membuat dirinya sedih, bagaimana tidak Ani Yudhoyono sedang berjuang melawan penyakit kanker.

Sehingga sangat sedih ketika istrinya sedang berjuang melawan penyakit kemudian diganggu oleh video Agum tersebut.

Ani Yudhoyono masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit National University of Singapore.
Ani Yudhoyono masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit National University of Singapore. (Instagram | @aniyudhoyono)

"Melihat Ibu Ani sedih, saya juga ikut sedih. Mengapa? Ibu Ani saat ini sedang berjuang untuk melawan dan mengalahkan kanker yang menyerang dirinya. Ibu Ani bersama saya, siang dan malam, sedang berusaha untuk menjaga semangat dan kesabaran, agar tetap kuat menghadapi serangan kanker yang menimpa Ibu Ani. Tentu, sebagai pendamping setia Ibu Ani saya sedih kalau ada berita yang justru menggangu hati dan pikirannya," katanya.

Lebih sedih lagi menurut SBY, selama ini hubungannya dengan keluarga Agum Gumelar baik.

Istri Agum Gumelar, Linda Amalia Sari pernah menjabat sebagai menteri di masa pemerintahannya.

"Yang kedua, ternyata yang membuat Ibu Ani sedih adalah karena kami merasa selama ini hubungan keluarga Pak Agum dengan keluarga kami baik. Bahkan, disamping Ibu Linda pernah bersama-sama mengemban tugas di pemerintahan selama 5 tahun, Ibu Ani juga sangat sayang kepada Ibu Linda Gumelar," katanya.

Menurut SBY, Agum Gumelar tersebut tidak tahu betapa dilematisnya partai Demokrat dalam menghadapi Pemilu Presiden 2019, sehingga kemudian mengeluarkan kata-kata tersebut.

Baca: Inilah Pesan Mantan Presiden SBY ke Capres Cawapres: Pilpres 2019 Lebih Keras dari Sebelumnya

Baca: Ani Yudhoyono Dapat Donor Sumsum Tulang Belakang Jenderal Bintang 4, Ini Sosok Pramono Edhie Wibowo

Baca: Ketika Agum Gumelar Ditugasi Benny Moerdani Selidiki Jenderal Polisi yang Dicurigai Anggota PKI

Ani Yudhoyono
Ani Yudhoyono (Instagram @aniyudhoyono)

"Jika tahu, tak akan berkata begitu. Kecuali kalau Pak Agum memang tidak suka dan benci dengan saya. Saya juga mengatakan kepada Ibu Ani ... 'Percayalah saat ini lebih banyak orang yang bersimpati dan bahkan mendoakan Ibu Ani agar Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa mengangkat penyakit Ibu Ani, dibandingkan dengan yang mencercanya'" katanya.

Baca: TERPOPULER: Kerjaan Andi Arief Sebelum Jadi Bawahan SBY, Link UTBK, Doa Ustaz Abdul Somad ke Capres

SBY mengatakan dirinya bisa saja menjawab pernyataan Agum Gumelar yang dapat digolongkan pembunuhan karakter tersebut . Namun, hal itu tidak ingin ia lakukan karena sangatlah tidak bijaksana.

"Saya malu kalau harus bertengkar di depan publik. Apalagi saat ini situasi sosial dan politik makin panas. Bagai jerami kering di tengah musim kemarau yang ekstrim dan panjang. Yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan & menyejukkan," katanya.

Apalagi menurutnya polarisasi dalam kontestasi pilpres kali ini boleh dikatakan lebih keras dan ekstrim, ditambah jarak yang makin menganga antar identitas dan kelompok politik.

" Terus terang saya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di negeri ini, kalau kita semua, utamanya para pemimpin dan elit tidak pandai dan tidak arif dalam mengelolanya," tuturnya.

Ani Yudhoyono, Almira Tungga Dewi, dan Airlangga Satriadhi Yudhoyono
Ani Yudhoyono, Almira Tungga Dewi, dan Airlangga Satriadhi Yudhoyono (instagram @annisayudhoyono)

Menurut SBY pernyataan Agum ayang membeberkan pemecatan Prabowo dari dinas militer dan mempertanyakan sikapnya karena mendukung Prabowo padahal ikut menandatangani surat pemecatan tersebut, belum tentu atas sepengetahuan Jokowi

Meskipun Menurutnya, Agum merupakan anggota Watimpres.

"Sebab, di antara kami, Pak Jokowi dan saya, berada dalam sikap dan posisi untuk saling menghormati. Secara sosial dan politik, sikap kami ini tentunya baik agar situasi nasional tetap teduh. Secara moralpun memang harus demikian," katanya.

"Saya tahu Ibu Ani tidak ingin hidup menyendiri, apalagi merasa terasing lantaran Ibu Ani sedang menderita "blood cancer". Saya tahu Ibu Ani ingin tetap berkomunikasi dengan para sahabat. Namun, sekali lagi, tolong ikut menjaga hati dan perasaan Ibu Ani dengan cara membatasi penyampaian berita atau isu yang bisa menambah beban pikirannya," pungkas SBY.

Sebelumnya, video Agum Gumelar yang membeberkan pemecatan PrabowoSubianto dari militer viral di Media sosial.

Baca: Inilah Pesan Mantan Presiden SBY ke Capres Cawapres: Pilpres 2019 Lebih Keras dari Sebelumnya

Baca: Ani Yudhoyono Dapat Donor Sumsum Tulang Belakang Jenderal Bintang 4, Ini Sosok Pramono Edhie Wibowo

Baca: Ketika Agum Gumelar Ditugasi Benny Moerdani Selidiki Jenderal Polisi yang Dicurigai Anggota PKI

Seperti yang diunggah oleh akun penggiat sosial media, Ulin Ni'am Yusron di Facebook, Minggu (10/3/2019).

Dalam video itu, Agum yang pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus dan Pangdam Wirabuana tersebut mempertanyakan sikap SBY yang mendukung Prabowo.

Padahal pada saat aktif di militer ikut menandatangani pemecatan Prabowo.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved