Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Bioskop di Indonesia Hadir Sejak 1900, Ini Sejarahnya, Pertama di Tanah Abang
beberapa film yang kala itu yang menjadi favorit masyarakat adalah Fantomas, Zigomar, Tom MIx, Edi Polo, Charlie Caplin, Max Linder, Arsene Lupin,
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beberapa orang yang memiliki hobi menonton, biasanya memilih bioskop sebagai tempat hiburan.
Menonton film layar lebar di bioskop akan lebih menyenangkan saat berpergiaan bersama teman, keluarga ataupun pacar.
Gambar film di bioskop diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Dengan puluhan hingga ratusan kursi berjejer dari yang bawah hingga paling atas.
Baca: TRIBUNWIKI: Ada 5 Bioskop XXI di Makassar, Ini Lokasi, Nomor Telepon, dan Klik untuk Jadwalnya
Kursi dalam gedung bioskop ditandai dengan abjad untuk barisnya dan angka untuk lajurnya.
Bioskop juga memiliki sejarah tersendiri di Indonesia.
Hadir Sejak Tahun 1900
Dilansir dari wikipedia.org bioskop pertama di Indonesia berdiri pada Desember 1900, di Jl Tanah Abang I, Jakarta Pusat,
![]()
Karcis kelas I harganya dua gulden (perak) dan harga karcis kelas dua setengah perak.
Bioskop zaman dulu bermula di sekitar Lapangan Gambir (kini Monas).
Bangunan bioskop masa itu menyerupai bangsal dengan dinding dari gedek dan beratapkan kaleng/seng.
Setelah selesai pemutaran film, bioskop itu kemudian dibawa keliling ke kota yang lain.
Bioskop ini di kenal dengan nama Talbot (nama dari pengusaha bioskop tersebut).
Bioskop lain diusahakan oleh seorang yang bernama Schwarz. Tempatnya terletak kira-kria di Kebon Jahe, Tanah Abang. Sebelum akhirnya hancur terbakar, bioskop ini menempati sebuah gedung di Pasar Baru.
Ada lagi bioskop yang bernama Jules Francois de Calonne (nama pengusahanya) yang terdapat di Deca Park.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bioskop-xxi-nipah-mal_20181006_160427.jpg)