Warga Sering Antri BBM, Ini Kata Kabag Ekonomi Setda Selayar

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah bersama stakeholder terkait, terus berusaha untuk memperbaiki keadaan.

Warga Sering Antri BBM, Ini Kata Kabag Ekonomi Setda Selayar
nurwahidah/tribunselayar.com
Suasana di APMS Putriana Jaya Utama Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Beberapa hari terakhir pengendara roda dua, mobil pribadi dan angkutan umum, harus mengantri berjam-jam untuk mendapat BBM di sejumlah Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kabag Ekonomi Setda Kepulauan Selayar M Arsyad mengucapkan permohonan maaf.

"Bapak ibu dan teman semua, mohon maaf jika pelayanan Bahan Bakar Minyak ( BBM) di Selayar belum sesuai harapan," katanya kepada Tribunselayar.com, Jumat (1/3/2019).

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah bersama stakeholder terkait, terus berusaha untuk memperbaiki keadaan.

"Masalah yang ada boleh dikatakan memang cukup kompleks, sehingga butuh waktu dan sinergitas semua pihak antara lain Pemda, pengusaha (APMS), masyarakat serta pihak Pertamina Makassar," ujarnya.

Menurutnya, masalah antrian panjang antara lain disebabkan oleh banyaknya konsumen yang bolak-balik masuk ke APMS dan berpindah dari APMS yang satu ke APMS lain.

"Ada juga yang bolak-balik menggunakan tangki modifikasi, yang bisa muat tiga sampai empat kali lipat dari tangki standar," katanya.

M Arsyad menuturkan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut, maka telah ditempatkan petugas Pol PP dan ada anggota Polres Selayar di APMS untuk mengawasi.

"Serta sudah ada pemasangan spanduk yang berisi penyampaian bahwa tidak dilayani konsumen bolak balik atau tangki modifikasi serta kendaraan yang tidak bernomor polisi," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihak Kepolisian juga sudah diminta untuk menangani dan menindak pelaku tangki modifikasi. Dengan pihak Pertamina Makassar koordinasi dan komunikasi secara intens, dilakukan untuk memastikan,

"Bahwa semua APMS di Selayar memfungsikan semua nosselnya serta untuk memastikan bahwa Kapal tanker bisa empat kali masuk tiap bulannya, sehingga tidak ada jatah BBM Selayar yang tidak terangkut,

"Saat ini sedang dipersiapkan upaya penertiban penjual eceran tidak resmi yang ada, sebagai tahap awal akan dimulai dalam Kota Benteng. Untuk memenuhi kebutuhan BBM Masyarakat di Desa yang jauh dr APMS, telah ada sub penyalur, dan SK Bupati proses," jelasnya.

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah, IG: @ Nur_Wahidah_Saleh

Penulis: Nurwahidah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved