Wisata Sulsel

Nikmati Gurihnya Kopi Santan di Kawasan Karts Rammang-rammang

Kopi santan kelapa sangat cocok bagi wisatawan yang sudah bosan minum sajian kafe. Jika selama ini, anda selalu minum kopi susu, sebaiknya ke Rammang-

Nikmati Gurihnya Kopi Santan di Kawasan Karts Rammang-rammang
Ansar/Tribunmaros.com
Wisatawan asal Polandia, Karolina Filipowska meracik kopi santan di kedai Dermaga dua Rammang-rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. 

Ide Kopi Santan

Ide kopi santan tersebut juga muncul dari filosofi Bugis Makassar yang menyampaikan tentang kelapa dan gula merah. Hal itu bermakna ucapan terima kasih kepada seseorang saat perpisahan.

Filosofi tersebut yakni 'rampeka golla na kurampeko kaluku'. Dalam bahasa Indonesia, Kenang saya seperti gula, maka saya kenang anda seperti kelapa.

"Kami ingin mengembangkan produk lokal dan memanfaatkan semua hasil alam kita. Kita harus manfaatkan sebaik-baiknya, sebagai produk pembanding dan minuman khas," katanya.

Kopi santan dibanderol seharga Rp 10 ribu per gelas. Untuk menghasilkan rasa yang lebih alami, kopi diseduh ke dalam cangkir dengan menggunakan saringan bambu.

Bambu tersebut diyakini sebagai tanaman steril. Sehingga, cukup baik untuk kesehatan. Kopi juga tanpa bahan pengawet.

"Setelah diparut, santannya dipanaskan terlebih dahulu supaya bisa larut dengan kopi. Setelah itu, kita kocok dengan gula merah. Itu dilakukan sampai mengental seperti susu," katanya.

Setelah mengental, santan dituangkan ke gelar yang diisi kopi. Kopi tersebut, sebelumnya disaring menggunakan bambu drip.

Warga tidak perlu khawatir soal rasa. Kopi santan bisa bersaing dengan produk kafe. Harganya juga jauh lebih murah.

Wisatawan asing yang berkunjung ke Rammang-rammang, takjub dengan aroma spesial kopi santan tersebut. Wisatawan bahkan memilih untuk meracik sendiri kopinya.

Halaman
123
Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved