Buku Cahaya Cinta Sempat Ditolak Ustaz Maulana, Ternyata Ini Alasannya
"Jadi saya hanya menambah bab terakhir tentang kepergian Bunda Naurah serta berbagai cerita tentang Bunda Naurah," ungkapnya.
Penulis: Alfian | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Buku pertama yang tentang kisah inspiratif Ustaz Nur Maulana akhirnya terbit.
Buku 135 halaman yang ditulis akademisi UIN Alauddin sekaligus pengamatn komunikasi Politik, Firdaus Muhammad, pun diberi judul 'Cahaya Cinta'.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus launcing buku, Tribun Timur bersama Ikatan Alumni Pesantren An Nadlah (IAPAN) menggelar bedah buku di acara Tribun Nongki, Kamis (28/2), di Gedung Tribun Timur Lt 4, Jl Cendrawasih.
Ustaz Maulana sebagai tokoh utama dalam buku yang mengangkat tentang kisah inspirasi nya ini turut hadir langsung sebagai pembicara.
Selain itu sejumlah pembicara lainnya juga turut hadir seperti Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, Ketua DPD Nasdem Makassar Rachmatika Dewi serta pengamat Politik Arkam Azikin.
Tentu pula sang penulis, Firdaus Muhammad, juga turut hadir langsung.
Firdaus Muhammad dalam pembukaannya menyebut bahwa buku karyanya ini sempat tersimpan lama dan gagal untuk diterbitkan.
"Buku ini saya tulis sudah lama sekali waktu itu saya berpikir membuat buku tentang kisah inspiratif Ustaz Maulana, tentang bagaimana gaya dakwanya di daerah hingga bisa tampil di televisi Nasional," ujarnya.
Namun draft yang sempat dibuat mengalami kendala untuk diterbitkan. Ini tak lain lantaran Ustaz Maulana sendiri yang menolak untuk menerbitkan buku tentang dirinya.
"Jadi alasannya Ustadz Maulana belum mau dibukukan dan tidak mau dibilang ikut-ikutan.Tapi saat takziah hari pertama, almarhumah Ibu Aliyah atau yang akrab kita panggil Bunda Naurah (Istri Ustaz Maulana) saya sedikit menyinggung soal buku ini yang waktu itu judulnya KCB alias Kisah Cinta Bersambung, dari itulah saya berniat kembali melanjutkan dan Ustaz Maulana setuju," tambahnya.
Hanya butuh waktu tujuh hari setelah hari pertama Takziah Bunda Naura, Firdaus Muhammad, menyelesaikan babak terakhir.
"Jadi saya hanya menambah bab terakhir tentang kepergian Bunda Naurah serta berbagai cerita tentang Bunda Naurah," ungkapnya.
Terkait terbitnya buku tersebut, Ustaz Maulana, pun begitu senang. Ia berharap karya ini menjadi persembahan yang bisa membuat istrinya tersenyum bahagia.
"Jujur buku ini sudah lama dan akhirnya bisa terbit bahkan jadi buku pertama tentang saya yang terbit. Padahal ada 17 buku sebelumnya yang rencananya mau terbit tapi saya bilang tidak," ungkap Ustaz Maulana.
Ia pun berharap setelah buku pertama ini, Firdaus Muhammad kembali menuliskan buku yang berkisah secara penuh tentang istrinya.
"Saya sangat berharap karena buku itu nantinya bukan untuk saya tapi untuk anak-anak saya, nanti kalau mereka bertanya ibu saya orangnya seperti apa tinggal saya berikan itu bukunya," ucapnya.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @piyann__
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/buku-bertajuk-cahaya-cinta.jpg)