Foto-foto Polisi Pacar Aty Kodong D Academy, Belum Bersedia Nikah & Dilapor Bawa Barang Ratusan Juta

Pedangdut sekaligus juara D Academy musim pertama, Nur Aty alias Aty Kodong sedang ditimpa masalah terkait dengan asmara

Foto-foto Polisi Pacar Aty Kodong D Academy, Belum Bersedia Nikah & Dilapor Bawa Barang Ratusan Juta
DOK PRIBADI
Aty Kodong dan Briptu Suardi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pedangdut sekaligus juara D Academy musim pertama, Nur Aty alias Aty Kodong sedang ditimpa masalah terkait dengan asmara yang berujung pada penipuan.

Pria yang telah menjadi pacarnya belum bersedia menikahinya, sementara Aty Kodong tak hanya telah memberikan cintanya, namun juga hartnya.

Kasus ini bermula saat Aty Kodong (32), wanita asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, menjalin hubungan asmara alias pacaran dengan bintara polisi dari Korps Brigade Mobil ( Brimob).

Bintara itu adalah Briptu Suardi, bertugas di Batalyon A Pelopor (Brimob Pabaengbaeng), Satuan Brimob Polda Sulsel.

Mereka sudah pacaran selama 3 tahun dan baru-baru ini jalinan asmara mereka kandas di tengah jalan.

Penyebabnya, Briptu Suardi diduga belum bersedia menikah dengan Aty Kodong, sang pesohor dari dunia hiburan.

Briptu Suardi pernah berjanji untuk memperistri Aty Kodong, beberapa tahun lalu.

Dijanji akan dijadikan sebagai istri, Aty Kodong pun memberikan sejumlah barang-barang kepada sang kekasih.

Baca: Ilmu Dipakai Kaisar China hingga Bisa Tiduri 121 Wanita dalam 2 Minggu dan Caranya Bagi Jatah

Baca: Lihat Foto Wajah Polisi Polda Sulsel & Cewek yang Ditangkap Pesta Sabu di Hotel, Masih di Ranjang

Baca: Harismail Dipaksa Mengaku Rudapkasa Bu Bidan YL, Sekujur Tubuh Lebam Akibat Dikeroyok

Barang-barang tersebut, antara lain sepeda motor dan jam tangah.

Juga sejumlah uang yag diberikan dengan cara transfer antarbank.

Setelah menguras harta Aty Kodong yang merupakan hasil jerih payah, Briptu Suardi malah kabur.

Aty Kodong pun marah karena merasa seperti ditipu senilai ratusan juta rupiah.

Dia lalu melaporkan kejadian dialaminya kepada atasan Briptu Suardi.

Saat ini, kasus antara Aty Kodong dengan anggota Korps Bhayangkara tersebut sedang ditangani penyidik Propam Polri.

Kuasa hukum Aty Kodong, Jamaluddin mengatakan, penanganan kasus ini sudah sampai pada tahapan menunggu sidang.

"Berkas sudah dilimpahkan. Minta petunjuk di Brimob Polda. Tinggal tunggu sidang disiplin," kata Jamaluddin, Jumat (22/2/2019).

Sebelum melaporkan Briptu Suardi, Aty Kodong sempat menyelesaikan masalah dialaminya secara kekeluargaan.

Dia menemui komandan batalyon sambil curhat soal apa yang telah terjadi dalam hubungan asmaranya.

Upaya mediasi pun dilakukan antara Aty Kodong dengan Briptu Suardi hingga 3 kali.

Baca: Isi Puisi Neno Warisman di Malam Munajat 212 Disorot, Perhatikan, Dibaca Depan Mantan Istri Prabowo

Baca: Fela Si Gadis Indonesia Laku Dijual Rp 19 M ke Politisi Jepang, Uangnya untuk Hidupi Keluarga

Namun, upaya itu gagal membuahkan hasil.

"Tidak ada titik temu," ungkapnya kata Jamaluddin.

Kasus ini kemudian dilaporkan kepada Propam Polri.

Foto-foto Briptu Suardi

Melalui akunnya pada Instagram bernama @aty_ratu_kodong, Aty Kodong pernah mem-posting sejumlah foto-foto dan video kebersamaan dirinya dengan sang kekasih.

Berikut di antaranya.

Begini Rumahnya di Kampung

Sebelumnya, saat tampil melalui televisi, Aty Kodong kadang menceritakan kondisi keluarganya di kampung halaman.

Dia juga mengakui jika dirinya bukanlah dari keluarga berada.

Namun, seperti apa tempat tinggal Aty Kodong sebenarnya jarang ditampilkan.

Nah, sekiatr 2 tahun lalu, gambar rumah Aty Kodong di kampungya muncul melalui media sosial.

rumah aty kodong

Sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Sulawesi Selatan, Djaya Jumain mengunggah foto rumah Aty Kodong saat berada di Selayar.

Rombongan aktivis LMP Sulawesi Selatan ini menyambangi rumah Aty Kodong diantar petugas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar.

rumah aty dacademy

Rumah Ati Kodong Artis dangdut asal selayar..,” tulis Djaya melalui akunnya.

Rumah panggung tersebut tergolong sangat sederhana.

Dindingnya berupa papan dan atapnya bukan dari seng.

Kondisinya tampak reok.

Menurut Djaya, rumah Aty Kodong di Selayar sudah tak berpenghuni.

Ibunda Aty Kodong meninggal pada tahun 2015 lalu atau setahun setelah menjuarai Dandut Academy.

Rumah sederhana inilah yang menjadi saksi perjuangan Aty Kodong sebelum menjadi terkenal seperti sekarang.

"Semoga ini jadi inspirasi bahwa kesederhanaan bukan alasan untuk tak berprestasi," tulisnya.

Rumah ini sudah semacam tempat wisata baru di Selayar.

Nama Aty Kodong mulai banyak dikenal oleh kebanyakan masyarakat Indonesia terutama bagi para pecinta dangdut setelah dirinya berhasil lolos audisi Dangdut Academy Indosiar.

Baca: Cerita 2 Jenderal Ditilang Polisi Lalu Lintas, dari Tak Bawa Surat-surat hingga Terobos Lampu Merah

Baca: Pacar Tyas Sancana Ramadhan Korban Bunuh Diri di Transmart Lampung, Bukan Wanita Sembarangan

Baca: Setelah Dukung Jokowi - Maruf Amin, Celana Camat Basah saat Diperiksa, Apa Gerangan Terjadi?

Baca: Ingat Aty Kodong Juara D Academy Pertama? Kabar Buruk Datang dari Dia, Duh Oknum Brimob

Namanya boleh dibilang semakin banyak dikenal setelah dirinya berhasil menjadi grand finalis Dangdut Academy 2014 bersama dengan Lesti yang berasal dari Cianjur.

Penyanyi 28 tahun ini lebih sering dipanggil dengan sebutan Aty Selayar, karena dirinya memang berasal dari Pulau Selayar.

Di babak grand final Dangdut Academy, Aty Kodong kalah dalam perolehan voting melalui sms atas Lesti, sehingga menempatkan Aty Selayar menjadi runner-up atau juara kedua pada ajang Dangdut Academy 2014.

Namun begitu, meski belum berhasil meraih gelar juara, prestasi Aty Kodong tersebut tentu sudah sangat cukup membanggakan.

Dengan prestasi yang diraihnya tersebut, selain membuat namanya kini menjadi banyak dikenal masyarakat, tentu saja akan membuka jalan bagi Aty Kodong untuk terus berkarya didalam dunia hiburan Indonesia khususnya di musik dangdut.

Selain itu, dengan keberhasilan yang diraih oleh Aty Selayar, secara langsung maupun tidak langsung telah membawa nama daerah asalnya, yaitu Selayar, kini menjadi lebih dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia yang mungkin sebelumnya belum mengenal daerah tersebut.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved