Pernah Ditantang Jokowi soal Bocornya Anggaran Rp 500 T, Prabowo: Banyak Sekali Bukti di KPK dan BPK
Prabowo Subianto kembali menyinggung soal kekayaan Indoensia yang bocor saat berkampanye di Blora, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2019).
TRIBUN-TIMUR.COM-Calon persiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali menyinggung soal kekayaan Indoensia yang bocor saat berkampanye di Blora, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2019).
Menurut Prabowo Subianto, sudah banyak bukti yang menunjukkan bocornya kekayaan Indonesia.
Hal ini bisa dilihat dari banyaknya orang yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi serta temuan markup anggaran di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Mau cari bukti? Banyak sekali bukti di KPK saja mungkin banyak sekali, BPK saja temuannya ribuan, belasan ribu temuan yang tidak disentuh dan tidak diurus. Coba cek," kata Prabowo seperti disiarkan Gerindra TV seperti dikutip di Kompas.com
Baca: Terbuka di Lima Instansi, Begini Alur dan Syarat CPNS di 2019, BKN Terbitkan Juknis Rekrutmen PPPK
Baca: Tak Ada dari KPU, Najwa Shihab Buatkan Kisi-kisi Debat Kedua Pilpres 2019 untuk Jokowi dan Prabowo
Baca: Mereka yang Kini Meninggalkan Prabowo Subianto dan Beralih ke Joko Widodo
Prabowo mengaku mengetahui persis kelakuan para elite di Indonesia karena ia juga menjadi bagian dari elite. Dia mengaku sudah sering kali menasihati para elite untuk mengarahkan bangsa ini ke arah yang benar.
Namun, nasihat tersebut tak pernah didengar sehingga membuat dirinya muak.

"Saya mengerti, saya paham, karena saya bagian dari elite juga. Tapi saya muak denga elite itu. Saya merasa berkewajiban, tugas elite selalu membela kepentingan rakyatnya sendiri, tapi elite Indonesia sudah mabuk dengan kekayaan yang mereka nikmati, tidak peduli dengan nasib bangsa Indonesia," jelas Prabowo.
Prabowo pun berjanji jika ia memenangi polres 2019 bersama wakilnya Sandiaga Uno, maka ia akan memperbaiki kondisi ini.
Ia akan meningkatkan gaji aparat penegak hukum baik KPK, kepolisian, kejaksaan dan hakim.
Dengan begitu, diharapkan para penegak hukum bisa bekerja maksimal dalam memberantas korupsi.
"Jika saya menerima mandat sebagai presiden maka saya tidak akan mengijinkan koruptor koruptor itu berada dalam pemerintahan Republik Indonesia," tegasnya.

Respon Presiden Jokowi
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo merespon balik soal pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut adanya kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN mencapai Rp 500 Triliun.
Presiden Jokowi menantang Prabowo Subianto untuk melaporkan dugaan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.
Namun, calon presiden nomor urut satu tersebut meminta laporan tersebut disertai dengan bukti berdasarkan data, bukaan hanya sekadar tudingan.
