Cara Baru Polres Tana Toraja Berantas Judi Sabung Ayam

Cara tersebut dilakukan setelah mendapat dukungan sekaligus hasil koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara

Cara Baru Polres Tana Toraja Berantas Judi Sabung Ayam
Risna/Tribuntoraja
Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Kepolisian Resor atau Polres Tana Toraja punya cara baru berantas giat judi sabung ayam di wilayah hukumnya.

Cara tersebut dilakukan setelah mendapat dukungan sekaligus hasil koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, juga Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja.

Sesuai hasil koordinasi tersebut, maka mulai tahun 2019 judi sabung ayam yang bersembunyi di balik acara adat, tidak lagi difokuskan pada pembubaran tetapi langsung penangkapan dan diproses sesuai hukum.

Baca: Wabup Toraja Utara Jamu Tim Futsal SMAN 2 Rantepao, Ini Prestasinya

Baca: Polres Tana Toraja Bangun Command Centre

Baca: Relawan Demokrasi Tana Toraja Sosialisasi Pemilu 2019 di RPK FM

"Cara kami berantas judi sabung ayam diketahui dari warga yang mengurus izin keramaian, nah dari hasil koordinasi bersama Pemda dan BPS kami dibantu dengan melibatkan Kepala Lembang dan Pendeta," ujar Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait, Jumat (15/2/2019).

Dalam kegiatan adat prosesi penguburan (Rambu Solo) seorang pendeta atau klasisnya menyampaikan rekomendasi bahwa di lokasi tersebut akan melaksanakan ibadah dan tidak boleh melakukan hal-hal merugikan pihak keluarga yang sedang berduka.

Julianto mengatakan, dari izin keramaian yang di urus warga, Polres Tana Toraja akan memanggil pihak yang memiliki Tongkonan (rumah adat Toraja) apa penyebabnya dan bisa menunjuk orang yang melakukan ritual lain di luar adat.

"Nah dari situ, judinya yang akan kita cari, kalau di lokasi kami bisa tangkap tangan pasti dilakukan," ucapnya.

Namun, jika aparat kepolisian ke lokasi dan massa sudah bubar maka pihak kepolisian akan meminta pertanggungjawaban penyelenggara acara adat Rambu Solo.

"Selama ini kami bubarkan karena jumlah massa yang banyak, setelah koordinasi cara kami melibatkan pemda dan tokoh agama dan tangkap langsung jika kedapatan," tegas Julianto.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

 

(*)

 
 
Penulis: Risnawati M
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved