Lion Air JT-780 Tujuan Palu Turbulance, Ini Hal-hal yang Harus Anda Ketahui Saat Pesawat Turbulance
Pesawat Lion Air JT-780 dari Makassar ke Kota Palu, sekitar pukul 22.20 wita, Selasa (12/2/2019), mengalami turbulance
Namun ternyata, awan merupakan salah satu penyebab terjadinya turbulensi.
Selain CAT (Clear Air Turbulence), awan adalah gambaran dari keadaan udara yang tidak stabil. Salah satu jenis awan yang paling berbahaya adalah cumolonimbus.
Menurut Assiva Husman, pilot WNI yang pernah menjadi Captain Pilot pesawat B-777 Qatar Airways lewat emailnya kepada Kompas.com mengatakan, turbulensi bisa dikategorikan menjadi 2 yaitu turbulensi seputar awan dan turbulensi udara cerah.
Turbulensi udara cerah terjadi saat langit benar-benar bersih dan tidak berawan.
Seperti yang dikutip dari cntraveler.com, turbulensi udara cerah lebih berbahaya karena awak kabin memiliki sedikit waktu untuk memeringatkan penumpang.
2. Turbulensi udara cerah
Turbulensi udara cerah lebih ekstrem, sehingga Anda harus memersiapkan diri.
Beberapa waktu ke depan, diperkirakan jumlah turbulensi udara cerah akan semakin meningkat karena pemanasan global.
Ada baiknya Anda tidak terlalu sering atau berlama-lama berdiri di pesawat. Jangan lupa untuk selalu mengenakan sabuk pengaman.
3.Turbulensi bukan penyebab pesawat jatuh
Faktanya, banyak orang takut akan turbulensi karena dianggap menjadi gejala pesawat jatuh.
Padahal, pesawat sudah dirancang untuk menghadapi guncangan-guncangan tersebut. Jadi tetaplah tenang di kursi, karena pesawat Anda akan selalu seimbang saat mengalami turbulensi.
4. Serahkan pada pilot
Jangan terlampau panik saat terjadi turbulensi, karena pilot sudah tahu apa yang harus mereka lakukan.
Sebelum melakukan penerbangan pun, biasanya pilot dan awak kabin sudah melakukan perkiraan.