30 Desa di Gowa Masih BAB Sembarangan
Progres ODF (Open Defecatiom Free) atau stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) Kabupaten Gowa mencapai 80.84 persen.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Progres ODF (Open Defecatiom Free) atau stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) Kabupaten Gowa mencapai 80.84 persen.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufik Mursad mengungkapkan, masih ada 30 desa/kelurahan belum ODF atau masih buang air besar sembarangan.
"Alhamdulillah kita sudah mencapai angka diatas 80 persen, atau sudah 137 desa/kelurahan yang 100 persen ODF, artinya tersisa 30 desa/kelurahan yang belum ODF," kata Taufik Mursad, Rabu (13/2/2019).
Baca: Besok Pendaftaran SNMPTN 2019 Ditutup, Segera Daftar di snmptn.ac.id, Berapa Kuota Unhas dan UNM?
Baca: Silahkan Buat Akun SSP3K di ssp3k.bkn.go.id untuk Daftar PPPK Tahap I, Pakai Browser Laptop/PC !
Baca: Insiden Lion Air JT-780, AirNav Makassar; Ada Kendala Teknis
Taufik melanjutkan, Pemkab Gowa menargetkan mampu mencapai stop BAB sembarangan pada tahun 2020 mendatang. Pihaknya mengaku akan lebih gencar sosialisasi lagi melakukan pemicuan perubahan perilaku.
"Bentuknya turun langsung kelapangan agar masyarakat bisa mengubah perilaku jelek itu," tambah Taufik Mursad.
Ia mencontohkan, upaya bisa dilakukan dengan permainan yang meningkatkan rasa malu, jijik sehingga masyarakat lebih terpanggil untuk tidak buang air besar di sembarang tempat lagi.
Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Taufik Mursad mendampingi Wakil Bupati Abd Rauf Malaganni dalam kegiatan Advocacy and Horizontal Learning (AHL), Tuntas Sanitasi 2020, di Hotel The Rinra Makassar, Selasa (12/2/2019).
Sementara itu, Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro membeberkan, secara nasional negara Indonesia menunjukan peningkatan yang baik. Meskipun hanya 23 kabupaten/kota di Indonesia yang 100 persen warganya tidak BABS.
"Indonesia berhasil menurunkan tingkat praktik BABS (Buang Air Besar Sembarangan) sebesar 1,2 persen, sehingga tahun 2018 ini tersisa 9,36 persen atau 25 juta penduduk," bebernya.
Ia menghimbau para kepala daerah untuk lebih aktif lagi mengajak masyarakat untuk tidak BAB sembarangan. "Untuk itu kepemimpinan pemerintah daerah sangat dibutuhkan mengajak masyarakat luas agar sadar dan mau bekerjasama dalam mencapai target ini," imbau Bambang.
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakil-bupati-abd-rauf-malaganni-hadir-dalam-kegiatan-advocacy-and-horizontal-learning.jpg)