Beredar Hoax Hasil Survei Pilpres 2019, Jokowi-Maruf dan Prabowo Bersaing Ketat, Ini Penjelasannya
Hasil survei Pilpres 2019 yang mengkomparasi kemenangan pasangan Jokowi-Maruf Amien dan Prabowo-Sandiaga
TRIBUN-TIMUR.COM-- Hasil survei Pilpres 2019 di Kota Bandung viral di media sosial WhatsApp.
Hasil survei Pilpres 2019 yang mengkomparasi kemenangan pasangan Jokowi-Maruf Amien dan Prabowo-Sandiaga itu adalah hasil survei di sejumlah dapil di Kota Bandung.
Pesan berantai via WhatsApp itu menyebutkan hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kompas.
Benarkah hasil survei Pilpres 2019 itu berasal dari Balitbang Kompas?
Baca: Jokowi-Maruf Belum Punya Tim Pemenangan di Luwu Timur
Baca: Beranikah Prabowo? Jokowi Tantang Lapor KPK Soal Dugaan Anggaran Bocor Rp 500 Triliun
Baca: Harga Tiket dan Tarif Kargo Pesawat Naik, Ini Harapan Ketua Apindo Makassar
Mendapati informasi tersebut, Kompas kemudian memberikan klarifikasi terkait pesan yang beredar itu.
Narasi yang beredar:
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, pesan ini muncul di grup WhatsApp pada Kamis (7/2/2019).
Pesan tersebut menampilkan hasil survei dari enam daerah pemilihan (dapil) di Kota Bandung, Jawa Barat.
Disebutkan juga terdapat tiga kategori pemilih, yakni pemilih pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pemilih pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan tidak memilih kedua paslon.
Berikut rinciannya:
Untuk dapil 1 mencakup wilayah Sukajadi, Sukasari, Cicendo, dan Andir. Hasil survei yang didapat, yakni sebanyak 37,4 persen masyarakat memilih paslon 01, sebanyak 47,4 persen memilih paslon 02, dan 15,2 persen tidak memilih.
Sementara untuk dapil 2 mencakup wilayah Cidadap, Coblong, Sumur Bandung, Bandung Wetan, Cibeunying, Kaler, dan Cibeunying Kidul. Hasil survei didapatkan sebanyak 39,3 persen memilih paslon 01, 43,2 persen memilih paslon 02, dan 17,5 persen tidak memilih kedua paslon.
Kemudian, untuk dapil 3 mencakup wilayah Kiaracondong, Batununggal, dan Lengkong. Hasil survei yang didapatkan sebanyak 48,4 persen memilih paslon 01, 37,4 persen memilih paslon 02, dan 14,2 persen tidak memilih kedua paslon.
Dapil 4 mencakup wilayah Antapani, Mandalajati, Arcamanik, Ujungberung, Panyileukan, Cibiru,dan Cinambo.
Hasil survei yang didapat, yakni 39,4 persen memilih paslon 01, 45,2 memilih paslon 02, dan 15,4 tidak memilih kedua paslon.
Dapil 5 mencakup wilayah Gedebege, Rancasari, Buahbatu, Bandung Kidul, dan Regol. Hasil survei yang didapat, yakni sebesar 48,2 persen memilih paslon 01, 34,5 persen memilih paslon 02, dan 17,3 tidak memilih kedua paslon.
Selanjutnya, untuk dapil 6 mencakup wilayah Astana anyar, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Babakan Ciparay, dan Bandung Kulon. Hasil survei yang didapatkan sebanyak 44,3 persen masyarakat memilih paslon 01, 45,5 persen memilih paslon 02, dan 10,2 masyarakat tidak memilih kedua paslon.
Dari keseluruhan hasil survei keenam dapil, total yang memilih paslon 01 sebanyak 42,8 persen, 42,2 persen memmilih paslon 02, dan 15 persen tidak memilih kedua paslon.
Penelusuran Kompas.com:
Manajer Department Penelitian Litbang Kompas, M Toto Suryaningtyas membantah Kompas membuat hasil survei Pilpres 2019.
"Terkait dengan beredarnya tulisan di media sosial yang menyebut sebagai 'Hasil Survei Balitbang Kompas untuk Pemilihan Presiden & Wakil Presiden 2019', bersama ini kami menyatakan hal itu sebagai tidak benar," ujar Toto dalam rilis yang didapatkan Kompas.com pada Kamis (7/2/2019).
"Litbang Kompas tidak melakukan survei di Kota Bandung, dengan Periode 2-9 Januari 2019, dengan 800 responden dan Dapil di tingkat kecamatan," kata dia.
Selain itu, survei yang benar-benar dilakukan pihak Litbang Kompas bisa juga dipublikasikan di Harian Kompas, Kompas.id, Kompas.com, dan Kompas TV demi kontribusi kepada masyarakat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "[HOAKS] Hasil Survei Balitbang Kompas untuk Pilpres 2019", https://nasional.kompas.com/read/2019/02/08/11471851/hoaks-hasil-survei-balitbang-kompas-untuk-pilpres-2019.
Baca: Cipta Kondisi Jelang Pemilu 2019, Polres Majene Tilang Puluhan Pengendara
Baca: Pipa Induk Utama Pecah, Suplai Air PDAM Makassar Kawasan Manggala-Rappocini Terganggu
Baca: Pendaftaran PPPK 2019 di Link sscasn.bkn.go.id, Syarat & Formasi, Eks Tenaga Honorer Perhatikan Ini
Baca: Dirut PT Bosowa Marga Nusantara: Berita Tribun Timur Hot dan Tren di Masyarakat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jokowi-tantang-prabowo.jpg)