Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Peminat Menurun, Pelatih Pencak Silat di Bulukumba Minta Pemerintah Turun Tangan

Pelatih Perguruan Pencak Silat bulukumba, Muhammad Yunus prihatin dengan menurunnya minat belajar silat generasi muda saat ini.

Tayang:
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
Sanggar Seni Beladiri Sikung Sapabentoeng
Logo Perguruan Pencak Silat Sanggar Seni Beladiri Sikung Sapabentoeng Bulukumba. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pelatih Perguruan Pencak Silat Sanggar Seni Beladiri Sikung Sapabentoeng bulukumba, Muhammad Yunus, merasa prihatin dengan menurunnya minat belajar silat generasi muda saat ini.

Bahkan, kata Yunus, minat beladiri, terutama silat, justru lebih diminati oleh negara lain, seperti warga negara Australia, Jerman, Belanda, hingga Amerika.

Padahal, pencak silat merupakan seni bela diri asli dari Indonesia.

Baca: Kue Tradisional Ini Selalu Tersedia di Meja Kerja Bupati Bantaeng

Baca: Hari Ini, Wilayah Toraja Diprediksi Hujan Siang dan Malam

Baca: Tak Ada Nomor Antrean, Masyarakat Sesalkan Pelayanan Kantor Pos Sengkang

Baca: VIDEO: Wakil Bupati Sinjai Harap Tribun Timur Jadi Media Rujukan Perempuan di Sulsel

Baca: Siang Hingga Malam Cuaca Jeneponto Diperkirakan Hujan Lokal

"Hal ini menjadi penting untuk kita renungkan hari ini, karena dalam masyarakat modern ini ada kecenderungan untuk mengikuti beladiri yang dari negara lain, yang sangat populer. Seperti Muathai, Thaekwondo, Karate, dan lainnya," ujar Yunus, Rabu (6/2/2019).

Olehnya, Yunus berharap, pemerintah, khususnya yang bergerak di bidang pendidikan, harus turun tangan menanggulangi hal ini.

Pasalnya, seni bela diri pencak silat memiliki akar kebudayaan yang sangat dalam, hal ini dapat dilihat dari gerakan, pola langkah, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, maka pelestarian pencak silat berarti juga melestarikan kebudayaan, dan kearifan lokal.

Dengan melestarikan pencak silat, lanjut Yunus, sama halnya dengan melestarikan suatu nilai yang sangat luhur yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia.

"Kedepan, dunia pendidikan harus mengambil sikap untuk mengangkat dan mempopulerkan seni bela diri pencak silat pada generasi penerus, jangan sampai pencak silat mati di rumahnya sendiri," pungkas pelatih silat asal Kecamatan Kindang itu. 

 Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

UPDATE Pendaftaran CPNS 2019 Diundur ke Juni, PPPK atau P3K Tetap Februari, Cek Formasi dan Tahapan

Belum Daftar SNMPTN 2019, Pusing Pilih Kampus? Cek Dulu 14 PTN Terbaik di Indonesia, Ada Nama Unhas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved