Begini Cara Karni Ilyas Hentikan Debat Sengit Rocky Gerung vs Jack Boyd Lapian Si Pelapor
Video detik-detik debat panas Rocky Gerung dengan si pelapornya Jack Boyd Lapian
TRIBUN-TIMUR.COM- Video detik-detik debat panas Rocky Gerung dengan si pelapornya Jack Boyd Lapian diunggah di channel Youtube Indonesia Lawyer Club (ILC TVOne).
ILC TV One kali ini mengangkat topik "Yang Terjerat UU ITE: Buni Yani, Ahmad Dhani, Siapa Lagi?".
Rocky Gerung memulai penjelasannya dengan menerangkan sebuah gambar besar di panggung ILC.
Gambar besar itu memperlihatkan Buni Yani dan Ahmad Dhani dengan sosok siluet di tengahnya.
"Itu saya mau balik pada gambar dibelakang sana. Rupanya siluet. insinuasinya itu siapa pihak ketiga," ucap Rocky Gerung.
"Sekarag saya bikin simulasinya supaya saya punya peralatan untuk bertengkar hari ini," kata Rocky Gerung.
"Jika ILC adalah forum anti pemerintah, maka siluet itu adalah Karni Ilyas," kata Rocky Gerung.
"Di dalam logika, itu namanya hubungan antara anteseden dan konsekuen," ucap Rocky Gerung.
"Kalo anda mau batalkan dalil saya, buktikan bahwa Karni Ilyas tidak layak untuk dilaporkan," kata Rocky Gerung.
"Bukan membatalkan antiseden saya, karena itu hak saya untuk membuat premis semacam itu," tambah Rocky Gerung.
"Bila Karni Ilyas anti pemerintah, bila ILC anti pemerintah, maka orang ketiga di tengah itu, siluet, adalah Karni Ilyas. Thats logic," ujar Rocky Gerung.
"Jadi kalo orang marah karena kalimat saya, itu artinya dia tidak mampu untuk berpikir konseptual," jelas Rocky Gerung
"Dan doni tadi benar, kan doni mau bilang begini, di dalam kasus yang melibatkan kerumitan pikiran, diperlukan abstraksi. Maka yang tidak cukup berpengetahuan, jangan jadi pelapor," ujar Rocky Gerung.
Mendengar kalimat itu, Jack Boyd Lapian, pelapor Rocky Gerung terkait kasus kitab suci fiksi terlihat tersenyum kecil mendengar kalimat Rocky Gerung.
"Loh itu doni (Narasumber di ILC) sendiri yang bilang, saya hanya teruskan logicnya," ujar Rocky Gerung.
"Saya cuman mau materialisasikan cara berpikir doni, kan itu kan. Kalau begitu dimana ini diuji, di tempatnya Doni, di Fakultas Ilmu Budaya. Di jurusan filsafat, di lantai 3, gedung A, tempat saya ngajar metodologi, pada saat itu Doni adalah asisten saya," beber Rocky Gerung.
Berikutnya Rocky Gerung menerangkan soal bahwa ucapan fiksi itu adalah sesuatu yang bagus.
"Bahkan ada pulitzer 2018, yang menang karya fiksi dikasih hadiah. ada 2 ya. Yang pertama adalah judulnya less, yang kedua idiots, yang menang adalah less. karena narasinya lebih bagus, logicnya lebih bagus," kata Rocky Gerung.
"Padahal kalau anda baca idiot, itu juga ada logika disitu, ada trauma kemanusiaan disitu tapi ada perjuangan," tambah Rocky Gerung.
"Jadi fiksi itu baik, dipertandingkan, dikasih hadiah fiksi kok. Jadi kita ada di dalam kekacauan, karena kita digoda untuk mencari delik. Itu soalnya tuh. Berupaya untuk kalau bisa dalam 2 detik saudara Rocky Gerung deliknya 3 kali itu," ucap pria yang gemar mendaki gunung itu.
"Nah itu kehangatan berwarganegara itu hilang. Jadi saya nguping tadi di twitter ujaran dari Fahri Hamzah. Memang jalan tol itu tidak mempersatukan, justru membelah keakraban warga negara," ucap Rocky Gerung.
Pembahasan Rocky Gerung soal jalan tol ini dipotong oleh Jack Boyd Lapian.
Jack Boyd Lapian menganggap hal itu tak nyambung dengan pembahasan mengenai kitab suci fiksi.
Berikutnya Rocky Gerung menyebut bahwa jika hendak melapor, sebaiknya membaca lebih dulu literatur dimana orang hidup dengan ketegangan, tapi hanya dalam rangka satire.
"Kalau ditanya neraka itu apa, kalau saya jawab neraka itu tambang batu bara karena panas, imajinasi saya itu. Orang 1000 tahun di belakang ngga tahu apa itu batu bara, makanya imajinasinya lain," ucap Rocky Gerung.
"Kalau saya tanya sama milenial 10 tahun ke depan ketika batubara habis, dia nggak bisa imajinasi tentang batubara. Neraka itu korslet listrik. Dia berhak berimajinasi," jelas Rocky Gerung.
"Kalau ada yang bilang neraka itu semacam gorong-gorong. Yah itu buruk, tapi biasa saja bagi mereka yang suka selfie di gorong-gorong," tambah Rocky Gerung.
"Jadi kita dibiasakan untuk pakai satire untuk menggambarkan keadaan," ujar Rocky Gerung.
"Jadi kalau kita mau belajar sedikit ilmu fisika, kita mau berimajinasi kapan katastrofi yang disebut kiamat itu tiba. jadi kalau kita bicara alam semesta berkembang. Maka saya bayangkan kalau surga itu adalah akhir dari alam semesta. bisa dihitun nggak, bisa secara matematik," ucap Rocky Gerung.
Tapi Rocky menambahkan hal itu tak bisa dihitung dengan peralatan hari ini.
Alasan Jack Melaporkan Rocky
"Bang Rocky apa kabar?" kata Jack Boyd Lapian mengawali pembicaraannya.
"Udah apa kabar, nggak mau ngomong," kata karni Ilyas sambil menunjuk Rocky Gerung.
Jack Boyd Lapian mengungkapkan alasan melaporkan Rocky Gerung terkait kasus penistaan agama.
Hal itu disampaikannya pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne bertajuk 'ILC yang Terjerat UU ITE'pada Selasa (5/2/2019).
Jack menyampaikan bahwa ia miris terhadap pernyataan Rocky Gerung yang menyebut kitab suci adalah fiksi.
"Saya melihat miris apalagi kita ini di negara Pancasila, khususnya sila pertama, kitab suci dikatakan fiksi, setau saya saudara Rocky Gerung agama Kristen sama dengan saya, saya engggak bicara SARA disini, kitab suci itu udah baku, dan kita merdeka oleh pejuang dan pahlawan, the point is adalah dasar negara kita ini jangan terkoyak-koyak filsafat yang enggak penting banget di forum yang mulia ini," ucap Jack.
Presenter ILC, Karni Ilyas menanyakan bahwa Rocky tidak menyebutkan kitab suci mana.
"Tapi Rocky enggak menyebutkan kitab suci mana?," tanya Karni Ilyas.
"Justru itu, Rocky harus buktikan, dia punya agama, dia beragama atau tidak," sebut Jack.
"Kalau dia punya agama apa? kalau dia enggak punya agama apa?," lanjut Karni.
"Prinsip dasarnya adalah dasar negara kita Pancasila kita dipersatukan baik Islam, Kristen, Budha, apalagi hari ini Imlek dari Konghucu, kita jaga sila pertama Pancasila," kata Jack.
Karni Ilyas terus bertanya terkait kepercayaan Rocky Gerung.
"Mungkin Rocky walaupun dia bicara begitu dia tetap percaya Tuhan yang Maha Esa," tanya Karni Ilyas.
Jack tampak santai menanggapi, ia mempersilakan Rocky untuk membuktikkan.
"Ya silahkan buktikan, makanya kenapa saya laporkan untuk diuji, jangan ujuk-ujuk ini kriminasilisasi, tidak," ujar Jack.
Jack melanjutkan, ia melaporkan Rocky Gerung sebagai warga negara.
Jack berpesan untuk tidak mengarahkan laporannnya pada Joko Widodo (Jokowi) atau Prabowo Subianto.
"Saya sebagai warga negara , bukan saya saja ada Jack lain, ada Bang Karni lain yang bisa melaporkan, jadi disini jangan mengkotakkan seolah ini Prabowo atau Jokowi, tidak, no, ini soal Pancasila," ucap Jack.
Debat semakin panas saat legislator Partai Nasdem Akbar Faizal ikut menyampaikan argumennya.
Dia menyinggung apa yang disampaikannya pada 2018 lalu dengan beberapa pendapatnya.
"...Kenapa Anda mengutak atik soal agama saya tersinggung," kata Akbar disalah satu bagian argumennya.
Rocky Gerung lalu mengambil mic untuk menanggapinya.
Tapi Presiden ILC TV One Karni Ilyas menahannya. "Nggak-nggak tunggu dulu," ujar Karni. Akbar lalu melanjutkannya.
"Nah ini kelebihannya Pak Rocky, beliau tidak mau mendengarkan orang lain. Dia hanya mau meyakini apa yang diungkapkannya sendiri," jelas Akbar.
Setelah Akbar melanjutkan beberapa argumen lainnya Fadli Zon memotongnya. "Saya hadir ketika itu," kata Fadli.
Perdebatan antara Rocky dengan jack terus berlanjut.
Rocky tampak tak terima kala Jack menggunkan kata 'juga' sebagai penghubungan antara kata imajinasi dengan hayalan.
Debat itu akhirnya dihentikan secara paksa oleh Karni Ilyas.
"Udah udah," kata Karni berusaha menutup debat itu dengan jeda iklan.
Meski sudah dihentikan Jack dan Rocky tampak masih beradu argumen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rocky-vs-jack.jpg)