Tim Surveilans P2P Dinkes Toraja Utara Datangi Penderita DBD di Tallunglipu

Petugas surveilans DBD Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Toraja Utara mengunjungi penderita DBD di Tallunglipu Matallo

Tim Surveilans P2P Dinkes Toraja Utara Datangi Penderita DBD di Tallunglipu
TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M
Pasien DBD saat ditemui petugas surveilans di Kelurahan Tallunglipu Matallo, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Petugas surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD) Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Toraja Utara mengunjungi penderita DBD di Kelurahan Tallunglipu Matallo, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Senin (4/2/2019).

Selain mengunjungi penderita DBD, P2P Dinkes Toraja Utara juga melaksanakan pemberian bubuk abate di lokasi tergenang air, serta sosialisasi kepada warga setempat.

Dibantu empat petugas Puskesmas Tallunglipu dipimpin Agus Siliana.

Gong Xi - 50 Ucapan Imlek 2019 Bahasa Inggris dan Mandarin, Pas Banget Buat Insta Story, WA, & FB

UPDATE Pendaftaran CPNS 2019 Diundur ke Juni, PPPK atau P3K Tetap Februari, Cek Formasi dan Tahapan

Belum Daftar SNMPTN 2019, Pusing Pilih Kampus? Cek Dulu 14 PTN Terbaik di Indonesia, Ada Nama Unhas

Gong Xi Fa Cai Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Ternyata Inilah Arti Sesungguhnya, Jangan Salah

Gong Xi - 50 Ucapan Imlek 2019 Bahasa Inggris dan Mandarin, Pas Banget Buat Insta Story, WA, & FB

Salah satu petugas surveilans DBD, Asmar menjelaskan, di Tallunglipu Matallo yang berdekatan dengan lokasi pasar hewan dan kantor Dinas Pertanian, ada warga positif terkena penyakit akibat nyamuk Aedes Aegypti bernama Yohanis Tandi (64).

Yohanis sudah berobat di RSUD Pongtiku dan dirujuk ke Private Care Center (PCC) RS Pendidikan Unhas di Kota Makassar.

"Bapak ini sudah berobat, dan sementara dalam perawatan, juga tidak terlepas dari pengawasan kami di Dinas Kesehatan untuk terus mengecek kondisi dan kesehatan," tutur Asmar.

Dijelaskan pula bahwa, kondisi lingkungan di sekitar pasar hewan memang sangat kotor, sehingga banyak sumber jentik nyamuk yang ditemui oleh pertugas surveilans.

Selain di Tallunglipu, wilayah paling sering ditemui banyak jentik nyamuk adalag Pasele Atas, Kota Rantepao, Jalan Serang, Tagari dan Karassik.

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

UPDATE Pendaftaran CPNS 2019 Diundur ke Juni, PPPK atau P3K Tetap Februari, Cek Formasi dan Tahapan

Belum Daftar SNMPTN 2019, Pusing Pilih Kampus? Cek Dulu 14 PTN Terbaik di Indonesia, Ada Nama Unhas

Gong Xi Fa Cai Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Ternyata Inilah Arti Sesungguhnya, Jangan Salah

Penulis: Risnawati M
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved