TRIBUNWIKI: Sejarah kacamata dan Berikut Ini 5 Gerai Optik Melawai di Kota Makassar
Seperti Optik Melawai, pertama didirikan pada 1981 di Jalan Melawai No. 191, Jakarta Selatan
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Arif Fuddin Usman
Laporan Wartawan Tribun Timur, Nur Fajriani R
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Saat penglihatan mulai buram. Salah satu solusi yakni menggunakan kacamata. Jika tak nyaman menggunakannya, beberapa orang biasanya memilih menggunakan Lensa Kontak atau yang dikenal soflens.
Berbagai brand optik yang menyediakan pilihan kacamata hingga kontak lensa telah hadir di berbagai tempat. Dengan keunggulannya dan kelebihannya masing-masing.
Seperti Optik Melawai. Dilansir dari optikmelawai.com, optik tersebut pertama didirikan pada 1981 di Jalan Melawai No. 191, Jakarta Selatan, Optik Melawai kini memiliki jumlah gerai terbanyak di kota-kota besar di seluruh Indonesia.
Baca: 14 Berita Kesehatan Ini Ternyata Hoaks, dari Mi Instan Picu kanker Sampai Kerupuk Pakai Plastik
Baca: 9 Pesepakbola Dunia ini Juga Menggemari WWE, dari Wayne Rooney Hingga John Terry!
Rantai toko optik ini menargetkan pasar kelas menengah dan atas-menengah dengan produk-produk berkualitas dan modis yang dijual di lokasi-lokasi utama. Optik Melawai terkenal dengan berbagai produk optik berkualitas tinggi.
Seperti halnya bisnis jasa, pengembangan sumber daya manusia adalah fokus utama. Program pelatihan, seminar, dan pelatihan toko yang ekstensif. Disediakan untuk menjaga agar pengetahuan produk selalu mutakhir dan memungkinkan staf yang bekerja di Divisi Optik untuk menawarkan keunggulan layanan.
Optik Melawai juga beroperasi dengan prinsip dasar memperlakukan semua pemasok dan kontak bisnis sebagai anggota dari jaringan keluarga besar. Dengan memasuki pengaturan kemitraan profesional dan saling menguntungkan dengan pemasok.
Dan yang pasti, Optik Melawai berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk dan layanan sambil menjunjung tinggi etika dan integritas bisnis yang patut dicontoh.
Kacamata
Kacamata pertama kali ditemukan sekitar 3000 tahun yang lalu oleh bangsa di kota tua Niniwe, dimana pada waktu itu fungsinya adalah sebagai kaca pembesar.
Bahan yang digunakan juga bukanlah lensa kaca melainkan batu Kristal. Perkembangan kacamata kemudian baru melesat pada abad XII di Cina dan Eropa.
Dalam waktu singkat, kacamata mulai di produksi dengan kualitas lensa sederhana dan pemakaiannya cukup merepotkan.
Baca: Begini Kisah Siti Nurhaliza, Dulunya Pernah Jualan kue di kampung Sampai Geser Artis Krisdayanti
Baca: Perjalanan Cinta Lindswell Kwok dan Ahmad Hulaefi, dari Tak Dapat Restu kini Tinggal di Rumah Mewah
Pada waktu itu, kacamata hanya terdiri atas dua lensa yang disambung tanpa tangkai dan ditempelkan di batang hidung.
Sang pemakai juga harus terus memeganginya. Karena pemasangan yang rumit dan tidak praktis itulah, kacamata menjadi tidak diminati.
Berbagai cara kemudian dilakukan untuk membuat kacamata nyaman dipakai. Ada yang memasang rantai kecil pada kedua sisi kacamata dan diikatkan di bagian belakang kepala, seperti kacamata perenang, ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi.
Ini pun merepotkan, bahkan mengganggu, terutama saat harus membaca di dalam ruangan atau membuka topi untuk memberi salam. Hingga pada akhirnya, tercetuslah ide untuk memasang tangkai sehingga kacamata itu dapat dikaitkan di telinga.
Tahun 1784, Benjamin Franklin berhasil menemukan kacamata bifokus yang memiliki lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai. Pada tahun 1908 dan 1910 barulah dikenal lensa cembung cekung yang benar-benar menyatu dalam satu lensa. Materi lensa pun turut berkembang menjadi lensa kaca dan plastik.
Lensa Kontak
Banyak kalangan percaya, ide lensa yang menempel langsung pada bola mata itu konon sudah ada sejak tahun 1508 dari catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat Leonardo Da Vinci.
Di dalam buku catatannya, ditemukan banyak sketsa tentang kacamata yang langsung bisa dikenakan pada bola mata. Ada pula yang beranggapan bahwa lensa kontak digagas oleh Rene Descartes pada tahun 1636 dimana ia membuat hydriascope, gelas yang diisi air untuk menetralkan kekuatan kornea mata.
Perkembangan lensa kontak pun kemudian sangat beragam di berbagai negara. Seperti di Perancis pada tahun 1888, lensa kontak digunakan sebagai alat kesehatan yang hanya dipakai oleh beberapa orang saja. Awalnya lensa kontak terbuat dari kaca dan menutupi seluruh bagian depan mata.
Untunglah, pada 1938 ditemukan lensa kontak plastik dan satu dekade kemudian mulai dikenal lensa kontak yang hanya menutupi kornea dan dapat dipakai hingga 16 jam per hari.
Di tahun 1950 hingga 1960-an, lensa kontak dijual dengan harga yang sangat mahal dan mudah rusak. Baru setelah itu, di tahun 1990-an, dibuat lensa kontak dengan harga yang lebih terjangkau dan menggunakan bahan penghantar oksigen sehingga jauh lebih nyaman untuk pemakaian sehari-hari.
Untuk Anda yang berada di Kota Makassar, berikut gerai Optik Melawai di Kota Makassar
1. Optik Melawai - Pettarani Makassar
Alamat: Ruko Diamond Center, Jl. A. P. Pettarani No.1, Kota Makassar
Jam buka: 10.00–21.00 Wita
Telepon: +62 411 454023
2. Optik Melawai - Trans Studio Makassar
Alamat: Trans Studio Makasar GF# 31, Jl. HM Daeng Tatompo, Kota Makassar
Jam buka: 10.00–22.00 Wita
Telepon: +62 411 8117153
3. Optik Melawai - Mall Ratu Indah
Alamat: Mall Ratu Indah Lt. Dasar No. 130A-131A, Jl. Sam Ratulangi 35, Kota Makassar
Jam buka: 10.00–22.00 Wita
Telepon: +62 411 834414
4. Optik Melawai - Panakkukang Mal Makassar
Alamat: Mal Panakkukang Lt. B 1 No. 21-22, Kota Makassar
Jam buka: 09.00–22.00 Wita
Telepon: +62 411 423611
5. Optik Melawai - Ruko Latanete Makassar
Alamat: Komp. Latanete, Latanete Plaza, Ruko Blok D No. 6, Jl. Sungai Sadang,, Kota Makassar
Jam buka: 10.00–21.00 Wita
Telepon: +62 411 3611832
6. Optik Melawai - Phinisi Point Makassar
Alamat: Phinisi Point Makassar GF-20, Jl. Metro Tj. Bunga No.2, Kota Makassar
Jam buka: 10.00–22.00 Wita
Telepon: +62 815-7637-928
Sumber foto: Diwan/ Tribun Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/optik-melawai_20170110_210228.jpg)