Presiden AFC dan Exco FIFA Dinobatkan Jadi Raja ke-16 Malaysia
Malaysia adalah satu-satunya. negara monarki di dunia yang mempraktikkan penobatan Raja secara bergiliran tiap lima tahun dari 9 Kerajaan
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Thamzil Thahir
Sultan Abdullah menggantikan Raja ke-15 Malaysia, Sultan Muhammad V Raja Kelantan, yang mundur 6 Januari 2019 lalu kerena menikah dengan model Rusia.
KUALA, LUMPUR, TRIBUN -- Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al Mustafa Billah Shah Al Musta'in Billah (59 tahun), Kamis (31/1/2019), resmi dinobatkan menjadi Raja ke-16 Malaysia di Istana Negara, Balairung Seri Paduka, Kuala Lumpur.
Selain dikenal sebagai Raja Pahang, Sultan Abdullah adalah bangsawan Melayu juga Ketua Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) dan juga otomatis adalah anggota Executive Commitee (Exco) FIFA, otoritas sepak bola dunia.
Sultan Abdullah menggantikan Raja ke-15 Malaysia, Sultan Muhammad V Raja Kelantan yang mundur 6 Januari 2019 lalu, setelah diam-diam menikahi model asal Moskow, Rusia, akhir tahun 2018 lalu.
Baca: Istri Kedua, Oksana Voevodina Hanya Jadi Permaisuri saat Bulan Madu dengan Raja Kelantan Malaysia
Baca: Nikahi Miss Moscow 2015, Raja Muhammad V dari Malaysia Malah Sakit Lalu Kehilangan Tahta
Selain penobatan Raja Malaysia, seremoni kerajaan dan kenegaraan, kemarin, juga sekaligus menobatkan Sultan Perak Sultan Nazrin Shah (62 tahun) sebagai wakil raja, atau Timbalan Yang di-Pertuan Agong.
Inilah kali pertama sistem Monarki Melayu melembagakan Wakil Raja, setelah 62 tahun hanya Raja Tunggal.
Penobatan Wakil Raja, untuk mengantisipasi insiden mundur tiba-tibanya seorang raja, di tengah masa jabatan.
Sultan Abdullah juga adalah Raja ke-5 (negara bagian) Pahang.
Malaysia adalah satu-satunya. negara monarki di dunia yang mempraktikkan penobatan Raja secara bergiliran tiap lima tahun dari 9 Kerajaan di Negeri Melayu.
Rotasi mahkota Raja lima tahunan ink sudah berlangsung sejak Malaysia merdeka dari penjajahan Inggris 1957.
Sedangkan istrinya, Paduka Raja Abdullah, Tunku Azizah Aminah Maimunah juga sekaligus dikukuhkan sebagai Permaisuri Raja Malaysia.
Barnama, kantor Berita Negara Malaysia, Jumat (1/2/2019), melaporkan, petinggi negara bagian, eksekutif, parlemen dan pejabat negara, rakyat dan membaur dan memuji pelantikan sang raja.
Selain gelar Yang di-Pertuan Agong, Sultan Abdullah juga mendapat gelar Ketua Utama Negari Malayu yang Berdaulat.
Sultan Abdullah dikukuhkan dan berhak menyandang gelar Yang Dipertuan Agong Malaysia setelah diputuskan dalam sidang ke-251 Musyawarah Majelis Sultan Malaysia, pada Istana Negara di Kuala Lumpur, Senin (24/1/2019) lalu.
Dalam tradisi Raja Malaysia, seremoni atau adat istiadat penobatan Raja harus melafaz sumpah dan menandatangani surat sumpah jawatan Yang di-Pertuan Agong ke-16.
Hingga tahun 2023, Paduka Sultan Abdullah akan jadi simbol pemersatu Pemerintahan, Parlemen dan 13 negara bagian berdasarkan undang-undang dan Perlembagan Persekutuan.
Sebagai Ketua Utama Negara, konstitusi Malaysia memberi tiga kewenangan utama kepada Raja, Pertama sebagai badan eksekutif, perundangan dan memainkan peranan berkaitan lembaga kehakiman negara.
Dalam lafaz sumpah berkenaan, Sultan Abdullah berikrar memerintah dengan adil, berkhidmat memelihara dan mempertahankan sendi kesucian agama Islam, keamanan dan kesejahteraan rakyat.
Setelah 40 Tahun
Dengan pelantikan SultanPahang jadi Rajake-16 Malaysia, berarti Bendera resmi Yang di-Pertuan Agong kembali dikibarkan di Halaman dan dalam Istana Sultan Pahang.
Terakhir kali, Tradisi ini ketika Paduka Ayahanda Sultan Ahmad Shah Almarhum Sultan Abu Bakar memegang jawatan Yang di-Pertuan Agong ke-7 pada periode 26 April 1979 hingga 25 April 1984 silam.
Warga dan seluruh aparat negara bagian Pahang menyambut gembira pelantikan Sultan mereka jadi Raja Melayu.
Sejak Rabu (30/1/2019) dinihari, Lantunan takbir, Allahu Akbar', tahmid dan teriakan ‘Daulat Tuanku’ dan doa ribuan rakyat Pahang mengantar keberangkatan sultan menjemput mahkota Raja Melayu.
Situs berita Astro_Awani menulis Ribuan warga Pahamg sudah berkumpul di Pangkalan Udara Kuantan, utara Pahang untuk Memuliakan Keberangkatan Yang di-Pertuan Agong dan Raja Permaisuri Agong.
Sultan Abdullah dan Raja Permasuri Agong Tunku Azizah Maimunah Iskandariah Almarhum Sultan Iskandar berangkat dari Istana Abdulaziz, Kuantan ke Istana Negara di Jalan Tuanku Abdul Halim, Bukit Damansara.
"keceriaan terpancar di wajah Seri Paduka berdua yang tanpa henti membalas lambaian rakyat Pahang, sebagai tanda penghargaan," tulis Barnama seperti dilansir Tribunnews.
Keberangkatan tiba Seri Paduka berdua di ibu negara dimulai di Kompleks Bunga Raya, Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang.
Hadir Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad, dan para Raja-raja Melayu dari Negeri Sembilan, Selangor, Perlis, Terengganu, Kedah, Johor, Kelantan (diwakili Tengku Mahkota Kelantan) dan Pahang diwakili Pemangku Raja.
Turut hadir Yang Dipertua Negeri Melaka, Pulau Pinang, Sabah, Sarawak selain diplomat negara sahabat, pwjabat badan eksekutif, perundangan dan kehakiman.
Usai acara bersejarah Yang di-Pertuan Agong san Permaisuri berkenan menerima ucapan selamat dari Ketua Hakim Negara Tan Sri Richard Malanjum, Ketua Hakim Syarie Datuk Mukhyuddin Ibrahim, Peguam Negara Tommy Thomas, Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia Tan Sri Zulkifli Zainal Abidin, Ketua Polisi Negara Tan Sri Mohamad Fuzi Harun, Yang Dipertuan Dewan Rakyat Datuk Mohamad Ariff Md Yusof, Yang Dipertua Dewan Negara Tan Sri S. Vigneswaran dan Ketua Setiausaha Negara Datuk Seri Dr Ismail Bakar.
Dirgahayu Tuanku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/raja-malaysia-yang-dipertuan-agung-sultan-abdullah.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/daftar_raja_malaysia.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/yang_dipertuan_agong_raja_16_malaysia.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/turun-tahta-kok-raja-malaysia-sultan-muhammad-v-ceraikan-ratu-kecantikan-moscow-baru-2-bulan-nikah.jpg)