Presiden AFC dan Exco FIFA Dinobatkan Jadi Raja ke-16 Malaysia
Malaysia adalah satu-satunya. negara monarki di dunia yang mempraktikkan penobatan Raja secara bergiliran tiap lima tahun dari 9 Kerajaan
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Thamzil Thahir
Sultan Abdullah dikukuhkan dan berhak menyandang gelar Yang Dipertuan Agong Malaysia setelah diputuskan dalam sidang ke-251 Musyawarah Majelis Sultan Malaysia, pada Istana Negara di Kuala Lumpur, Senin (24/1/2019) lalu.
Dalam tradisi Raja Malaysia, seremoni atau adat istiadat penobatan Raja harus melafaz sumpah dan menandatangani surat sumpah jawatan Yang di-Pertuan Agong ke-16.
Hingga tahun 2023, Paduka Sultan Abdullah akan jadi simbol pemersatu Pemerintahan, Parlemen dan 13 negara bagian berdasarkan undang-undang dan Perlembagan Persekutuan.
Sebagai Ketua Utama Negara, konstitusi Malaysia memberi tiga kewenangan utama kepada Raja, Pertama sebagai badan eksekutif, perundangan dan memainkan peranan berkaitan lembaga kehakiman negara.
Dalam lafaz sumpah berkenaan, Sultan Abdullah berikrar memerintah dengan adil, berkhidmat memelihara dan mempertahankan sendi kesucian agama Islam, keamanan dan kesejahteraan rakyat.
Setelah 40 Tahun
Dengan pelantikan SultanPahang jadi Rajake-16 Malaysia, berarti Bendera resmi Yang di-Pertuan Agong kembali dikibarkan di Halaman dan dalam Istana Sultan Pahang.
Terakhir kali, Tradisi ini ketika Paduka Ayahanda Sultan Ahmad Shah Almarhum Sultan Abu Bakar memegang jawatan Yang di-Pertuan Agong ke-7 pada periode 26 April 1979 hingga 25 April 1984 silam.
Warga dan seluruh aparat negara bagian Pahang menyambut gembira pelantikan Sultan mereka jadi Raja Melayu.
Sejak Rabu (30/1/2019) dinihari, Lantunan takbir, Allahu Akbar', tahmid dan teriakan ‘Daulat Tuanku’ dan doa ribuan rakyat Pahang mengantar keberangkatan sultan menjemput mahkota Raja Melayu.
Situs berita Astro_Awani menulis Ribuan warga Pahamg sudah berkumpul di Pangkalan Udara Kuantan, utara Pahang untuk Memuliakan Keberangkatan Yang di-Pertuan Agong dan Raja Permaisuri Agong.
Sultan Abdullah dan Raja Permasuri Agong Tunku Azizah Maimunah Iskandariah Almarhum Sultan Iskandar berangkat dari Istana Abdulaziz, Kuantan ke Istana Negara di Jalan Tuanku Abdul Halim, Bukit Damansara.
"keceriaan terpancar di wajah Seri Paduka berdua yang tanpa henti membalas lambaian rakyat Pahang, sebagai tanda penghargaan," tulis Barnama seperti dilansir Tribunnews.
Keberangkatan tiba Seri Paduka berdua di ibu negara dimulai di Kompleks Bunga Raya, Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/raja-malaysia-yang-dipertuan-agung-sultan-abdullah.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/daftar_raja_malaysia.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/yang_dipertuan_agong_raja_16_malaysia.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/turun-tahta-kok-raja-malaysia-sultan-muhammad-v-ceraikan-ratu-kecantikan-moscow-baru-2-bulan-nikah.jpg)