Pengusaha Mebel Karama Bulukumba Minta Perhatian Pemerintah

Usaha mebel di Dusun Panasa, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus berkembang.

Pengusaha Mebel Karama Bulukumba Minta Perhatian Pemerintah
TRIBUN TIMUR/FIKRI ARISANDI
Salahsatu pengusaha mebel, di Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale Bulukumba, Masyita sedang menjahit kain untuk alas kursi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Usaha mebel di Dusun Panasa, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus berkembang.

Sejak tahun 2007 silam hingga saat ini, tercatat telah ada 50 pengusaha mebel di daerah pinggiran kecamatan Rilau Ale tersebut.

Meski perkembangannya semakin pesat, namun pengusaha mebel mengeluhkan tidak adanya perhatian pemerintah, terkhusus modal usaha.

Hal tersebut dikeluhkan salahsatu pengusaha mebel, Masyita, saat menerima kunjungan dari Caleg Partai Demokrat Dapil V Sulsel, Mulyadi Mursali di kediamanya, belum lama ini.

Masyita mengaku, pemerintah seharusnya memberikan dukungan pada para pengusaha kecil, karena hal tersebut merupakan tanggungjawab daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Seharusnya pemkab berikan kami suport, selain karena pajak yang terus masuk ke daerah, lewat usaha mebel juga membuka peluang kerja masyarakat," kata Masyita.

Saat ditanya mengenai kualitas mebel, Masyita mengaku produknya tidak kalah dengan produk dari daerah lainnya.

Karena menurut Masyita, dirinya bukan mengejar keuntungan, melainkan kualitas, karena dia ingin mengangkat nama Bulukumba melalui mebel buatan Desa Karama.

"Saya jamin produk saya selama setahun, kalau rusak silahkan kembalikan," kata Masyita.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved