Ajak Istri, Anak dan Banser NU, Amir Uskara Bagi Bantuan Bencana di Daratan Tinggi Gowa
istri Andi Tenriadjeng AU dan putrinya, Afifah Rifa Farhana, Wakil Ketua DPP PPP ini memilih menyalurkan bantuan ke korban bencana hydrometeorologi
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Thamzil Thahir
MAKASSAR, TRIBUN — Anggota Komisi Keuangan (XI) DPR-RI Amir Uskara (54), menghabiskan masa reses dan akhir pekannya di Gowa, Sulawesi Selatan.
Bersama istri Andi Tenriadjeng AU dan putrinya, Afifah Rifa Farhana, Wakil Ketua Umum DPP PPP ini memilih menyalurkan bantuan kepada korban bencana hydrometeorologi (banjir, tanah longsor, air pasang dan angin kencang) di dua kecamatan dataran tinggi Gowa, Bungaya dan Parigi.
Legislator empat periode ini (2 periode DPRD Gowa (1999-2009), 1 periode DPRD provinsi (2009-2014) dan DPR RI sejak 2014) ini juga sekaligus menyambangi jaringan tim pemenangannya di daratan tinggi.
“Setelah enam hari menyisir dataran rendah di Palangga, dan Sombaopu, empat hari dua malam, Pak Amir mendaki ke dataran tinggi. di sana memang basisnya,” kata Farida W, salah seorang jaringan team wor AU Peduli di Sungguminasa, Gowa, Selasa (28/1/2019).
Farida menggambarkan, saat berkunjung di Parigi, jaringan tim pemenangan Amir Uskara, bertemu dengan relawan kemanusiaan dari GP Anshor NU Gowa dan Sulsel.
Farida menggambarkan, perjalanan menyalurkan bantuan dan menemui korban longsor ditempuh kurang lebih 6 kilometer. Mereka menggunakan 11 kendaraan multi-medan four whell drive dengan menembus medan terjal.
Baca: Amir Uskara Bantu Korban Bencana di Gowa Tujuh Hari Berturut-turut
Baca: Tim Pemenangan Calon Anggota DPR RI Amir Uskara di Gowa Resmikan Posko di Malakaji
Baca: Bawaslu Sulsel Meminta Pemkot Makassar Eksekusi APK Amir Uskara
“Saat maus Sapayya, gunungnya berlumpur dan sudah malam. Karena tak bisa ditembus mobil, membela gelap dengan senter hape, lewat rimbunan semak,” ujar Farida dalam rilis yang diterima Tribun.
Banyak pemilih dan simatisan alumnus Bandung ini terharu, sebab tak menyangka Amir juga datang bersama istri dan anak perempuannya. “Biasanya, Pak Amir kan datang tak bawa istri, ini istrinya jalan kaki dan ikut bawa sumbangan, lalu tidur di rumah warga,” ujarnya.
Selain memberi bantua, seperti di daerah Palangga, Amir juga mengisntruksikan pembuatan Dapur Umum dan Posko Medik Darurat. “Pak Amir ini kan sarjana kesehatan masyarakat, jadi tahu bagaimana menyediakan tenaga medisk darurat di lokasi bencana,”
Di Keluraham Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Amir dan tim juga menyambangi lima rumah warga yang tertimbun longsor dan memberi santunan kepada dua korban jiwa .
Digambarkan, perjalanan menyusuri dataran tinggi ini lebih berat, sebab selain menembus jalur berlumpur dan basah di malam hari, juga karena sebagian besar kamp pengungsi dan rumah warga korban bencana yang didatangi, tak dialiri listrik.
“Kita hanya pakai penerangan hape dan mobil hanya sampai di kelurahan Jenebatu, Bungaya,sementara tujuan akhir adalah kelurahan Sapayya, sjadi terpaksa melanjutkan perjalanan dengan mengendarai motor ojek (para petani menamai kendaraan ini sebagai pengganti kuda yang sudah di \modifikasi sehingga bisa memuat dua atau tiga karung,” kata Faridah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anggota-dewan-perwakilan-rakyat-repu.jpg)