Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

REI Sulsel Akan Bangun 80% Rumah Subsidi, Nasional 53,5% Sepanjang Tahun 2019

Angka itu terdiri dari 230 ribu unit rumah bersubsidi dan 200 ribu unit rumah komersial bawah, dengan kisaran harga Rp 200 juta-Rp 300 juta per unit.

Tayang:
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasrul
Sanovra/tribun-timur
Ketua DPD REI Sulsel M Sadiq bersama Kepala OJK RO 6 Sulampua Zulmi memimpin rapat koordinasi event bertajuk REI-OJK Three Fun Day dengan tema KPR dan Gemar Menabung yang berlangsung di kantor OJK, Jl Sultan hasanuddin, Makassar, Jumat (4/12). Dalam event ini REI akan menggandeng OJK dan 54 perbankan di Sulawesi Selatan. Untuk menggemakan milad ke-47 di Februari 2019 mendatang, Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Indonesia menggelar di daerah masing-masing. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Target pembangunan rumah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestate Indonesia (REI) di 2019 sekitar 430 ribu unit rumah.

Angka itu terdiri dari 230 ribu unit rumah bersubsidi dan 200 ribu unit rumah komersial bawah, dengan kisaran harga Rp 200 juta-Rp 300 juta per unit.

Di Sulsel target, DPD REI di angka 25 ribu. Namun komposisinya, 80 persen rumah subsidi, sisanya komersial.

Baca: Andre Prasetyo Tanta Banjir Undangan Diskusi dengan Warga

Baca: Dituding Usir Pengungsi, Ini Pembelaan Wakil Ketua DPRD Maros, Yusuf Damang

Baca: Bawa Bagasi Tambahan 5 Kg, Penumpang Lion Air Harus Bayar Rp 155 Ribu, Kalau 20 Kg?

Data tersebut, secara umum jauh berbeda. Presentase rumah subsidi dengan komersil secara nasional hanya kurang 3,5 persen saja.

Bandingkan di Sulsel, dimana 80 persen atau 20 ribu unit khusus rumah subsidi, komersil hanya 5 ribu unit.

Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq menuturkan, secara umum kata dia, ceruk pasar subsidi di Sulsel masih besar. Ini dilihat dari realisasi 2018, dimana dari 19 ribuan rumah yang dibangun, presentasenya pun sama 80 persen banding 20 persen

Baca: Joko Driyono dan Vigit Waluyo Diperiksa Satgas Antimafia Bola: Vigit Akui Setor Uang ke Komite Wasit

"Makanya triwulan 1 komposisi 80 banding 20 kita targetkan. Namun, selepas itu kita evaluasi apakah komposisi itu tetap digunakan untuk triwulan selanjutnya atau tidak," kata Sadiq via Pesan WhatApp, Kamis (24/1/2019).

Salah satu alasan mengapa ia menaikkan target pembangunan rumah di Sulsel dari 20 ribu menjadi 25 ribu di 2019, karena rumah subsidi masih banyak diminati, bahkan anggotanya banyak yang menggarap rumah subisidi, padahal sebelumnya fokus ke rumah komersil.

"Target jumlah rumah naik, presentase tetap sama. Tetapi jumlahmya lebih banyak karena pengalinya yang besar," katanya.

Baca: TRIBUNWIKI: Cara Unreg SIM Card Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Baca: Dosen FKG UMI, Lilies Anggarwati Astuti Raih Gelar Doktor dengan Predikat Summa Cum Laude

Sementara itu, DPP REI pada 2019 ini coba peruntungan menjual ratusan ribu komersial bawah dengan harga di bawah Rp 300 jutaan yang menyasar kelompok milenial.

"Itu menarik, asalkan tidak ada kebijakan yang menganggu pasar, kami yakin target tahun ini dapat tercapai, terlebih melihat kebutuhan masyarakat yang besar di kedua segmen tersebut,” ujar Pemiliki Zaridah Group itu.

Berdasarkan data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), dari total 11.568 pengembang rumah subsidi di seluruh Indonesia, sekitar 5.014 pengembang diantaranya adalah pengembang REI.

Sehingga, pihaknya cukup percaya diri menyebut bahwa REI adalah asosiasi pengembang tertua dan asosiasi pengembang rumah rakyat terbesar di seluruh Indonesia.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved