Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tim Gabungan Simulasi Proses Evakuasi 30 Korban Laut Flores

Simulasi evakuasi tersebut melibatkan personil gabungan dari Pemkab Bantaeng, mahasiswa Stikes Panakkukang

Penulis: Edi Hermawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/EDI HERMAWAN
simulasi evakuasi melibatkan personil gabungan dari Pemkab Bantaeng termasuk sejumlah mahasiswa Stikes Panakkukang Makassar, di Bantaeng, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - 30 korban tewas pada tenggelamnya satu buah kapal di perairan Laut Flores, Rabu (23/1/2019).

Itu akibat dari kondisi cuaca yang belakangan diketahui sangat buruk pada perairan yang merupakan wilayah Kabupaten Bantaeng.

Atas tenggelamnya kapal tersebut, tim gabungan pun dikerahkan untuk melakukan evakuasi terhadap pada korban tersebut.

Mereka adalah Satgas penyelamat dari SAR, BPBD, Tagana, PMI, Dinas Kesehatan, PSC 119, BSB 113, TNI, Polri, SatPol PP, Dishub dan Damkar.

Dengan sigap merek mengambil peran masing-masing, lalu berupaya menyelamatkan korban penumpang kapal yang diketahui terbakar dulu sebelum tenggelam.

Selain 30 penumpang, juga ada 10 orang kru kapal, termasuk nakhoda yang juga jadi korban. Bahkan lima diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Evakuasi tersebut melibatkan personil gabungan dari Pemkab Bantaeng termasuk sejumlah mahasiswa Stikes Panakkukang Makassar.

Namun demikian, evakuasi tersebut adalah bagian dari simulasi untuk menguatkan pemahaman khususnya bagi Satgas penyelamatan, jika ada warning sehingga tim segera merespon dengan cepat.

Wakil Ketua II STIKES Panakkukang Makassar, Muh Yusuf Tahir menerangkan jika personil yang diterjunkan sebanyak 325 orang.

Terdiri dari 92 mahasiswa Stikes Panakkukang Makassar dan 233 orang Satgas yang dikoordinir Pemkab Bantaeng.

"Ini ketiga kalinya kita lakukan simulasi kerja sama Pemkab Bantaeng. Pertama itu simulasi kebakaran di tahun 2015, pada era Prof Nurdin Abdullah," ujarnya kepada TribunBantaeng.com.

Dia meyakinkan kalau kejadian kapal tenggelam di Laut Flores merupakan rangkaian skenario Simulasi Penanganan Kegawatdaruratan (KGD) III.

Bantaeng dipiluh sebagai lokasi simulasi karena dianggap memiliki dan menjalankan sistem terpadu terbaik di Sulsel.

"Kami melihat sistem yang dibangun Bantaeng yaitu layanan kesehatan dengan adanya BSB hampir di setiap kecamatan sangat baik untuk kesigapan menghadapi bencana," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved