Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Andi Sudirman Pantau Kondisi Air di Jembatan Kembar, Imbau Warga Mejauh

Agar tidak terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan, pengendara diberi kesempatan melintas dengan satu persatu.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Hasrul
dok.pribadi
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung jembatan kembar yang ada di poros Sungguminasa, kabupaten Gowa. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung jembatan kembar yang ada di poros Sungguminasa, kabupaten Gowa.

Sudirman didampingi ajudannya. Saat tiba di lokasi ia relah basah-basahan (kehujanan) bersama warga yang melihat langsung arus Sungai Jeneberang.

Baca: Hujan Sepanjang Hari, Ini Ruas Jalan dan Kecamatan Terdampak Banjir di Maros

Baca: Alasan Raffi Ahmad Berhijrah, Apa yang Saya Mau Saya Dapat tapi kok Kosong? Itu yang Saya Takutin

Baca: Soal Pembebasan Abu Bakar Baasyir, Australia Minta Indonesia Hargai Korban Bom Bali

Adik Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman ini melihat langsung kondisi masyarakat serta menginstruksikan agar warga menjauh dari Jembatan Kembar.

"Kami sudah koordinasi dengan Bupati dan juga Balai Pompengan. Dimana, Balai Pompengan tadi meningkatkan dari siaga menjadi waspada. Serta, Waduk bili-bili tadi (elevasi) mencapai 101,74 meter," katanya.

Ia menjelaskan bendungan bili-bili itu status ketinggiannya 100.80 dimana statusnya siaga.

Hanya debit air yang ada di bendungan itu agak turun dibanding saat pagi sampai siang 10 menit 1 cm 1 cm 10 menit.

"Meski begitu, masyarakat tetap di evakuasi di daerah hilir," tambahnya.

Baca: Pekan Ketiga Januari 2019, RSUD Bantaeng Sudah Tangani 70 Pasien Diare

Baca: Tamsil Linrung Jalan Kaki Terobos Banjir di Pangkep

Baca: Danrem 142 Tatag Kolonel Inf Taufik Shobri Dimutasi, Ini Penggantinya

Selain itu, Wagub menyebutkan bahwa saat ini pihak kepolisian melakukan sistem buka tutup di jembatan kembar, pasalnya kondisi konstruksi jembatan mengalami keretakan.

Agar tidak terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan, pengendara diberi kesempatan melintas dengan satu persatu.

"Himbauan kita saat ini pertama kita dalam kondisi paling tidak masyarakat harus menjauh dari hilir untuk sungai yang berdampak banjir ini,"

Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa, cuman ada beberapa laporan bahwa, beberapa rumah warga hanyut kemudian ada beberapa yang harus di evakuasi, dan sampai saat ini belum ada laporan korban.

"Kita harap dengan cuaca ekstrim masih berlangsung menghimbau warga untuk berdoa dan relokasi terkhusus daerah terdampak banjir luapan hilir sungai," tambahnya.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved