2018, Pasien Demam Berdarah Dengue di Enrekang Meningkat
Olehnya itu, Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan hidup bersih.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Hasrul
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Jumlah pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Enrekang alami peningkatan di tahun 2018.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunEnrekang.com dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Enrekang, jumlah pasien DBD pada tahun 2018 lalu mencapai 96 orang.
Baca: Panik Sungai Jenneberang Meluap, Warga Sempat Tutup Jembatan Kembar Gowa
Baca: Markas Kodim dan Rujab Dandim 1421 Pangkep Juga Terendam Banjir
Baca: Banyak Laporan Banjir, IYL Minta Relawan PMI Siaga dan Bantu Korban
Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2017 yang hanya mencapai 81 orang pasien DBD.
Dari data 2018 tersebut, pasien DBD terbanyak ada di wilayah kerja Puskesmas Kota Enrekang yang mencapai 41 orang, disusul wilayah Puskesmas Anggeraja 29 pasien.
Selanjutnya, ada Puskesmas Kalosi dan Puskesmas Sudu mencapai tujuh pasien, Puskesmas Sumbang enam pasien, Puskesmas Malua empat pasien serta Puskesmas Buntu Batu dan Bungin masing-masing satu pasien.
Baca: Siapa Lekagak Telenggen? Pimpinan KKB Paling Ditakuti di Papua, Pernah Menembak Mati Warga Makassar
Baca: Banjir Rendam Rumah Padat Penduduk di Makassar, FTI UMI Siagakan Relawan
Baca: Hari Ini Lion Air dan Wings Air Resmi Berlakukan Bagasi Berbayar, Tarifnya Mulai Rp 15 Ribu per Kg
"Iya memang tahun 2018 ada peningkatan DBD menjadi 96 orang. Awal tahun ini saja sampai hari ini sudah ada 14 pasien DBD yang kita terima datanya," kata Kasi Penyakit Menular Dinkes Enrekang, Supriadi kepada TribunEnrekang.com, Selasa (22/1/2019).
Ia menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab meningkatnya jumlah kasus DBD di Kabupaten Enrekang.
Diantaranya adalah faktor lingkungan dan prilaku masyarakat, serta juga faktor cuaca.
Baca: Gelar Workshop, STIKIP Muhammadiyah Enrekang Hadirkan Pemateri Dari Thailand
Baca: BREAKING NEWS: Brimob Polda Sulsel Turunkan Perahu Karet Evakuasi Warga di Gowa
"Prilaku dan kesadaran masyarakat kita masih kurang, seperti membuang sampah di sembarang tempat atau gantung baju yang tentu dapat meningkatkan perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti," ujarnya.
Olehnya itu, Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan hidup bersih.
"Selain itu, langkah pencegahan kita lakukan dengan memberikan abate pada tempat penamlungan air dan juga fooging nyamuk di lokasi terdeteksi ada DBD," ujarnya.(*)
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami:
Follow juga akun instagram official Kami: