Jual Kapal Tanker, Begini Penjelasan PT Tonasa Lines, Benarkah Imbas Pasar Semen Lesu?

Dalam istilah pelayaran, penjualan kapal tua dimaksudkan sebagai peremajaan kapal untuk investasi kapal baru.

Jual Kapal Tanker, Begini Penjelasan PT Tonasa Lines, Benarkah Imbas Pasar Semen Lesu?
handover
Ketua Tim Panitia Lelang PT Pelayaran Tonasa Lines, Tabsyir Sanusi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasriyani Latif

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lesunya industri semen Indonesia dalam lima tahun terakhir mulai berdampak ke industri jasa ikutan. PT Tonasa Lines, perusahaan angkutan semen dan keagenan milik PT Semen Tonasa di Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai menjual satu dari 10 unit kapal tankernya.

Kabar dilegonya kapal angkut semen curah dengan nama lambung KM Tonasa Line V ini, dilansir Ketua Tim Panitia Lelang PT Pelayaran Tonasa Lines, Tabsyir Sanusi dan pejabat Lelang Kelas II Wilayah Makassar yang dimuat sebuah harian bertiras nasional, Rabu (6/1/2019).

Lelang dijadwalkan pekan depan di kantor Perwakilan PT Semen Tonasa, anak perusahaan Semen Indonesia Group, di Jl Chairil Anwar, Makassar.

Baca: Pasar Semen Tetap Lesu, PT Tonasa Line Mulai Jual Kapal Tanker

Baca: Kapal Tonasa Lines Pengangkut Bantuan Sembako Tiba di Palu

Dari dokumen pariwara di Harian KOMPAS itu, harga limit lelang kapal angkut buatan Jepang tahun 1971 itu Rp 13,8 miliar dengan jaminan Rp 6,8 miliar.

Di laman resmi PT Pelayaran Tonasa Lines, melansir kapal angkut bertonase 5250 Metrik Ton itu, adalah satu dari 10 unit kapal angkut milik perusahaan yang port base-nya di Pelabuhan Khusus Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Pangkep.

Dari pantauan tribun-timur.com, hingga Kamis (17/1/2019), kapal masih ditambatkan di laut sekitar muara Sungai Pangkajene.

Baca: Kalla Lines Integrasikan Layanan Logistik Darat dan Laut

Baca: Kalla Lines Operasikan Empat Kapal, Angkut Mobil dan Aspal

"Lamami itu buang jangkar di dekat Biringkassi Pak, ndak seperti dulu," kata Kahar, nelayan tradisional muara Sungai Pangkajene, dari Kampung Toli-Toli, Desa Tekonglabbua, Pangkep.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Tabsyir yang juga senior manager Treasury dan Accounting di PT Tonasa Lines menampik penjualan kapal bukan disebabkan lesunya pasar.

Ia beralasan, kapal yang dilelang sudah tua dimana sistem unloading tidak sesuai lagi dengan packing plant. Dalam istilah pelayaran, lanjutnya, penjualan kapal tua dimaksudkan sebagai peremajaan kapal untuk investasi kapal baru.

“Itu (kapal) tahun pembuatan 1971 jadi sudah berumur 48 tahun. Kita malah mau beli kapal karena belum mencukupi target distribusi semen 2018 dan untuk persiapan 2019,” tambahnya.(*)

Penulis: Hasriyani Latif
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved