Lantik Bupati Donggala, Gubernur Sulteng: Tirulah Model Kepemimpinan Saya

Dalam sambutannya Longki berharap, agar pasangan ini dapat merangkul pihak-pihak lain di luar pendukung pada masa Pilkada 2018 silam.

Lantik Bupati Donggala, Gubernur Sulteng: Tirulah Model Kepemimpinan Saya
Abdul Humul Faaiz/tribunpalu.com
Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola saat memberikan sambutan pada pelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Donggala terpilih, Kasman Lassa dan Moh Yasin, di Ruang Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (16/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, melantik Kasman Lassa dan Moh Yasin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Donggala di Ruang Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (16/1/2019) siang.

Dalam sambutannya Longki berharap, agar pasangan ini dapat merangkul pihak-pihak lain di luar pendukung pada masa Pilkada 2018 silam.

"Janganlah sudara mempertontonkan gaya-gaya arogansi, kesewenang-wenangan dan tindskan berlebelihan dalam memimpin," kata Longki.

Longki berharap agar keduanya menjadi sosok pemimpin yang bersahaja, merakyat yang mampu berinovasi, bekerja memberi bukti dan berprestasi, bukan sekedar pandai beretorika dan janji-janji manis, yang justru hanya memberikan "Surga Telinga" kepada masyarakat," harapnya.

"Kalau boleh saran, tirulah bagaimana model kepemimpinan saya, bersama Wakil Gubernur saya yang lalu," tuturnya.

Longki juga menceritakan bagaimana cara ia saat menjabat Bupati Parigi Moutong, maupun menjadi Gubernur Sulawesi Tengah.

Kata Longki, bersama pasangan, keduanya jauh dari prahara dan pertentangan, konflik jabatan dan kekuasaan serta isu-isu negatif yang bisa melemahkan jalannya pemerintahan.

"Alahamdulillah, yang sudah saya perlihatkan, selama dua periode bupati, dan mau ke dua periode gubernur ini, sepertinya tidak ada bahasa-bahasa pertentangan antara saya dengan wakil gubernur, begitu juga dengan wakil bupati yang lalu," akunya.

Longki pun memberikan metode agar dua pasangan tersebut bisa langgeng hingga masa akhir jabatan.

Sederhana saja kata Longki, yaitu dituntut saling keterbukaan diantara keduanya, saling mengisi kekurangan dan tidak memendam jika ada pemahaman yang berbeda.

"Karena apabila itu disimpan dalam hati, mungkin itu meledak, dan kalau itu meledak, pasti hilang kontrol dan pasti terjadi sesuatu yang tidak diharapkan," tutupnya.

Penulis: abdul humul faaiz
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved