DP3 Bulukumba Ancam Blacklist Developer Asal-asalan

Para developer, kata Andi Riri, terkesan hanya mebuat seadanya tanpa mengikuti prosedur dan kelaikan bangunan.

DP3 Bulukumba Ancam Blacklist Developer Asal-asalan
firki/tribunbulukumba.com
Kepala Seksi Penyedia Perumahan, Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DP3) Bulukumba, Andi Syahrir, 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DP3) Bulukumba, menyebut banyak developer perumahan di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang membangun asal-asalan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Penyedia Perumahan, Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DP3) Bulukumba, Andi Syahrir, Rabu (16/1/2019), di ruang kerjanya, Jl Samratulangi, kota Bulukumba.

Syahrir menjelaskan, para developer kerap kali melanggar kesepakatan awal, seperti penyediaan fasilitas umum (Fasum) dalam lingkungan perumahan, juga ruang terbuka hijau sebanyak 30 persen.

"Yang dilanggar itu, biasanya ruang terbuka hijau dan fasilitas umum. Saat pengerjaan semua lahan malah dibanguni, meski pada perizinannya ada ruang terbuka," jelas Andi Riri, sapaannya.

Beberapa fasilitas lainnya yang dianggap asal-asalan, yakni pembangunan drainase .

Para developer, kata Andi Riri, terkesan hanya mebuat seadanya tanpa mengikuti prosedur dan kelaikan bangunan.

Sehingga, perumahan yang telah terbangun justru hanya menjadi langganan banjir, dan kini telah banyak menjadi keluhan warga.

PUPR, lanjut Andi Riri, bisa saja membantu melakukan perbaikan drainase dan jalanan perumahan, namun dengan syarat, developer harus menyerahkan lahan perumahan menjadi aset daerah.

"Kalau belum, berarti itu masih menjadi tanggungjawab developer," jelas Andi Riri.

Andi Riri mengaku, pihaknya telah menegur beberapa developer, seperti BTN Griya Abadi II, di Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, yang tak memiliki fasum dan telah menjadi langganan banjir.

"Kita sudah minta untuk dilakukan perbaikan. Kalau tidak diindahkan, siap-siap saja untuk kita blacklist," pungkas Andi Riri.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved