Jembatan Penanian Batetangnga Polman Ambruk
Jembatan gantung Dusun Penanian, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar Polman, Sulawesi Barat (Sulbar) ambruk.
Penulis: edyatma jawi | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi
TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN -- Jembatan gantung Dusun Penanian, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar Polman, Sulawesi Barat (Sulbar) ambruk.
Jembatan sepanjang 30 meter lebih itu rusak diterjang air sungai. Itu merupakan akses satu-satunya yang digunakan warga untuk menuju ke kebun.
Warga setempat, Syahril menyampaikan, jembatan itu ambruk pada Kamis dini hari (3/1/2019). Disebabkan air sungai yang meluap dan menggerus pondasi kedua ujung jembatan.
"Pondasi dudukannya, dibawa air," ungkap Syahril, Jumat (4/1/2019).
Kata Syahril, abrasi sudah lama menggerus pondasi jembatan. Material tanah yang menahan, terkikis terus menerus. Hingga akhirnya, jembatan yang dibangun sejak 2010 itu ambruk.
"Lama mi mau jatuh, terkikis sedikit-sedikit," katanya.
Kondisi itu membuat masyarakat harus melintasi badan sungai untuk menyeberang. Saat air sungai meluap, warga tak bisa lagi pergi ke kebunnya.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Demi kelancaran aktivitas pekerjaan warga.
Jembatan kayu Dusun Penantian ini dibangun melaluiProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Dibangun sejak 2010 lalu dengan anggaran Rp176,8 juta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jembatan-gantung-dusun-penanian.jpg)