Gubernur Nurdin Abdullah Sebut Pak Ogah Biang Macet di Kota Makassar

Menurutnya pak ogah hanya memberi jalan ke pengendara yang membayar. Sehingga, dapat menimbulkan kemacetan yang panjang.

Gubernur Nurdin Abdullah Sebut Pak Ogah Biang Macet di Kota Makassar
tribun timur/muhammad abdiwan
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Dr Ir H M Nurdin Abdullah M Agr meresmikan BNI Digital Branch Banking Cafe di lantai 2 Phinisi Point (PiPo) Mal, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/12/2018). Pantauan Tribun Timur, Banking Cafe ini diresmikan dengan pengguntingan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Dr Ir H M Nurdin Abdullah M Agr didampingi Komisaris Utama Phinisi Hospitality Wilianto Tanta, Pemimpin BNI Wilayah Makassar Edy Awaludin dan Pemimpin BNI Cabang Makassar Agus Suyono. 

Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah meminta pihak terkait yakni Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan untuk mengatasi oknum "Pak Ogah" yang beraksi di jalur arteri di Sulawesi Selatan.

Nurdin mengatakan Pak Ogah semakin menjamur di jalanan khususnya di Kota Makassar.

Alasan Nurdin agar persoalan Pak Ogah ini diatasi sesegera mungkin, karena menimbulkan kemacetan di Makassar.

Baca: Manajemen PSM Wajib Hati-hati Saat Rekrut Striker Asing! Lihat Statistiknya di 2 Musim Terakhir

Baca: Foto-foto Mewahnya Rumah Sule Seharga Rp 15 Miliar, Rizky Febian Ungkap Sosok Mbak Rini, Hantu?

"Ini Dinas Perhubungan, saya minta tolong ini Pak Ogah ditertibkan, ini bersinergi dengan (pemerintah) kota," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Menurutnya pak ogah hanya memberi jalan ke pengendara yang membayar. Sehingga, dapat menimbulkan kemacetan yang panjang.

"Ini Pak Ogah, siapa yang kasih duit itu yang dikasih lewat akhirnya, Kadang hanya persoalan Pak Ogah macet itu panjang sekali, setelah melewati Pak Ogah udah plong jalannya," sebutnya.

Untuk itu, dia menekankan Pak Ogah jangan dibiarkan mengatur lalu lintas.

Ia mengakui untuk menyelesaikan persoalan Pak Ogah butuh sinergi dari semua OPD, Kementerian Perhubungan Dishun, dan pihak Kepolisian.

"Masalah pak ogah juga kita harus sinergikan untuk selesaikan, juga dengan pihak kepolisian," Nurdin menambahkan. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved