Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rumah Literasi Makassar Gelar Diskusi Rumahan

Hadir dalam diskusi ini peneliti sekaligus penulis novel Calabai Saprillah Syahril.

Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
Tribun/Nur Fajriani
Saprillah Syahril M Si (kiri) menjadi pemantik di diskusi rumahan bertajuk Pluralisme Politik Differance/Sinkretisme yang digelar Rumah Literasi Di Sekretariat Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel, Jl.Toddopuli 7 Setapak 2 No 8 Kota Makassar, Sabtu (29/12/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nur Fajriani R

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rumah Literasi Makassar merupakan komunitas yang bergerak dibidang kepenulisan. Anggotanya terdiri dari akitivis mahasiswa dari beberapa kampus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Komunitas ini menggelar diskusi rumahan bertajuk Pluralisme Politik Differance/Sinkretisme di Sekretariat Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel, Jl Toddopuli 7 Setapak 2 No 8 Kota Makassar, Sabtu (29/12/2018) sore.

Hadir dalam diskusi ini  peneliti sekaligus penulis novel Calabai Saprillah Syahril.

"Dalam moment mengenang Gusdur ini selain dari untuk menambah hasanah keilmuan, ini juga diharapkan dapat memperkuat paradigma berfikir aktivis Rumah Literasi Makassar. Khususnya untuk melakukan gerakan literasi seperti yang menjadi arah cita Komunitas ini," kata aktivis Rumah Literasi Muh Jamil Ramadhan (23) kepada Tribun Timur.

Selain dihadiri aktivis rumah Literasi, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Serta aktivis Ikatan Jamaah Ahlulbait (Ijabi) Kota makassar.

"Inti dari pluralisme Gusdur adalah Kemanusiaan. Bagaimana kita hidup bersahaja sebagai umat yang beragama dan warga negara yang mencintai bangsanya," kata Saprillah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved