Bikin Kamus, Pemuda NTT Kenalkan Bahasa Mbay Daawe ke Milenial Makassar
"Saya senang, bisa diajak sama teman-teman untuk menjadi pembicara dalam kegiatan ini," katanya
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan
TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR- Dalam acara milad ketiga Lintas Budaya Indonesia, Pemuda Nusa Tenggara Timur, Muh Amin (28) akan berbagi cerita terkait bahasa daerahnya, mbay daawe, di Benteng Somba Opu, Makassar, Minggu (23/12/2018).
Kepada Tribun Timur, pemuda yang menulis kamus tentang bahasa daerahnya tersebut mengatakan sangat bahagia diberi pentas untuk mengapresiasi bahasa yang hampir punah di kampungnya.
"Saya senang, bisa diajak sama teman-teman untuk menjadi pembicara dalam kegiatan ini," katanya
Pernah terabaikan pihak pemerintah NTT, tidak menjadikan pria yang kerap disapa Rogal ini patah semangat memperkenalkan bahasanya.
Hingga menulis kamus bahasa mbay daawe, dan menerbitkannya sendiri membuatnya di sebut gila oleh orang-orang sekitarnya
Point tersebutlah yang akan menjadi cerita dan materi yang akan dibawakan kepada para pengunjung acara.
"Point utamanya adalah bukan tentang, bahasa tapi bagaimana saya berjuang untuk membuat buku ini," katanya
Ia berharap semua budaya dan tradisi Indonesia tetap lestari ditangan para generasi muda.
"Ditangan kita lah harapan para pendahulu untuk meneruskan kelanjutan budaya Indonesia. Semoga semakin banyak generasi penerus yang mau berjuang untuk Indonesia lestari," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mbay-daawe-ntt.jpg)