Mahfud MD Bocorkan Ancaman Freeport ke Pemerintahan SBY Hingga Gagal Ambil Alih Saham
Perusahaan tambang emas Freeport masih menjadi polemik hingga kini tak bisa diambil alih Indonesia.
TRIBUN-TIMUR.COM - Perusahaan tambang emas Freeport masih menjadi polemik hingga kini tak bisa diambil alih Indonesia.
Sejumlah upaya untuk mengambil alih saham dominan terus diupayakan pemerintah.
salah satunya saat pemerintahaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).
Bahkan pemerintahan SBY selama 10 tahun pun gagal mengambil alih saham mayoritas Freeport.
Tapi 5 tahun pemerintahan Presiden Jokowi berhasil mengambil alih saham mayoritas Freeport.
Baca: PSM Makassar Rebut Tiket 32 Besar Piala Indonesia Usai Menang Adu Pinalti
Baca: Lirik Lagu Sabyan - El OUM yang Dirilis di Hari Ibu, Yuk Hafal Sekarang
Baca: Kunjungi Malaysia, Mahasiswa Jurusan Pemerintahan Daerah PPs Unhas Lakukan Ini
Hari ini, dengan mengucap syukur Alhamdulillah, saya menyampaikan bahwa saham PT Freeport Indonesia sebanyak 51,2 persen sudah beralih ke Indonesia melalui PT Inalum.
Momen di penghujung tahun ini sungguh bersejarah, Freeport yang beroperasi di Indonesia sejak 1973, baru hari ini kita kuasai dengan kepemilikan saham mayoritas.
Segala pendapatan dari Freeport nantinya, baik berupa pajak, non-pajak, royalti, dan lain-lain akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Secara khusus saya sampaikan selamat kepada masyarakat di Papua, yang akan mendapatkan 10 persen dari saham yang ada, selain tentu saja mendapatkan pajak daerahnya.
Terkait masyarakat Papua mendapat 10 Persen, Jokowi menuturkan persoalan mengenai lingkungan terkait pembangunan smelter Freeport pun telah terselesaikan dan memperoleh kesepakatan.
Masyarakat di Papua telah mendapatkan 10 persen saham dari Freeport.
"Saya mendapat laporan terkait lingkungan yang berkaitan dengan smelter telah terselesaikan dan sudah disepakati," ujar Jokowi.
Artinya, kata Jokowi, semuanya sudah komplit dan tinggal bekerja saja. Dan juga masyarakat di Papua juga akan mendapatkan 10 persen dari saham yang ada. Dan tentu saja papua dapat pajak daerahnya.
Sesuai kesepakatan dalam perjanjian Head of Agreement (HoA), Inalum membayar 3,85 miliar dolar AS atau sekitar Rp 56 triliun kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX), untuk menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan tambang tersebut.
Baca: Peringati Hari Ibu, Kartini KITA MUDA Bagi Bunga Ke Emak-emak di Pasar Sentral Bulukumba
Baca: Sah! Ketua Komisi IV DPRD Bone Kembali Pimpin KNPI Bone 2018-2021
Baca: Jelang Kedatangan Presiden Jokowi, BMKG Tana Toraja Rilis Prakiraan Cuaca
Papa Minta Saham
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mahfud-md-bocorkan-ancaman-freeport-ke-pemerintahan-sby-hingga-gagal-ambil-alih-saham.jpg)