Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gara-gara ini, Istri Gubernur Sulsel Menangis

Istri Gubernur Sulsel, Liestiaty Fachrudin mencurahkan perasaannya disela sambutan acara Training Of Trainer kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM)

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Waode Nurmin
SALDY
Ketua PKK Sulsel (Istri Gubernur Sulsel) Liestiaty Fachrudin 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Istri Gubernur Sulsel, Liestiaty Fachrudin mencurahkan perasaannya disela sambutan acara Training Of Trainer kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diselenggarakan Dinas Koperasi Sulsel, di Hotel Gammara, Jl Tanjung Bunga kota Makassar, Selasa (11/12).

Liestiaty menceritakan awal karier Nurdin Abdullah di pemerintahan diwarnai dengan 'aksi' protes dari istri dan anak-anaknya.

Baca: Personel Polres Maros Dikumpul, Lalu Disuruh Cabut Rumput

Baca: Ini Proyek-proyek Dinas Tata Ruang Pangkep di Tahun 2019

"Saya sama anak-anak dulu protes bapak saat terpilih menjadi Bupati di Bantaeng. Banyak pertimbangan sampai saya minta dia mundur dari jabatan itu," kata Liestiaty.

Bagaimana tidak, melihat pemberitaan di televisi, banyak kepala daerah yang terjerat dengan kasus, hingga di penjara.

Dengan pertimbangan itu, Liestiaty tak ingin Nurdin tersandung kasus korupsi apalagi sampai dipenjara, alasan itulah kata dia yang membuat dirinyat tak ingin suaminya jadi pejabat pemerintah.

"Saya bilang ngapain jadi Bupati. Papa (Nurdin) telah memiliki jabatan di Perusahaan Asing dengan gaji ratusan juta. Apalagi yang dicari, anak anak juga tidak setuju," kata Liestiaty, sembari sebut pejabat banyak masuk penjara.

Protes Liestiaty ini pun dijawab oleh Nurdin Abdullah.

"Mah dari pada kita di bilang sombong, kita lihat dulu, dan jalankan amanah rakyat," kata Nurdin yang ditirukan oleh Liestiaty.

Setelah dijelaskan Nurdin, Liestiaty mengaku memilih ikut suami.

Hari pertama di Bantaeng, hingga sepekan kedepan ia beberapa kali meneteskan air mata.

Bagaimana tidak, sebagai ibu rumah tangga ia tidak tega melihat anak-anak kelaparan, dan tidak bisa bermain laiknya anak-anak pada umumnya.

"Karena kondisi ini, saya semakin semangat dan mendukung bapak merubah nasib masyarakat di Bantaeng. Ya di Bantaeng sambil tengok juga keluarga," ujar Liestiaty.

"Saya merasa saya berdosa jika menghalangi suami untuk membangun dan membantu masyarakat di Bantaeng," tambahnya.

Ketua PKK ini pun menambahkan saat ini Bantaeng banyak berubah, begitu pun dengan kehidupan masyarakatnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved