Dandim Majene Harap Peringatan Korban 40.000 Jiwa Bukan Seremoni Belaka
"Kita generasi sekarang harus meneladani sikap perjuangan dari pahlawan," ujar Letkol Inf Ragung Ismail Akbar.
Penulis: edyatma jawi | Editor: Arif Fuddin Usman
Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi
TRIBUNMAJENE.COM, MAJENE - Pemkab Majene bersama jajaran TNI Kodim 1401 Majene dan Polres Majene memperingati pembantaian oleh tentara Nederland Indische Civil Administration (NICA) di bawah komando Raymond Pierre Paul Westerling.
Upacara peringatan itu dilangsungkan di taman makan pahlawan korban 40.000 jiwa Galung Lombok, Tinambung, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (11/12/2018).
Bagi Dandim 1401 Majene Letkol Inf Ragung Ismail Akbar, peringatan itu jangan hanya sekedar seremonial belaka. Tapi harus menjadi renungan bagi generasi pelanjut.
Baca: Liga 1 2019 Bergulir Usai Pilpres, CEO PT PSM: Asal Jangan Lagi Ada Laga Tunda
Baca: Keluarganya Jadi Korban Westerling, Ini Harapan Bupati Majene pada Peringatan Korban 40.000 Jiwa
"Kita generasi sekarang harus meneladani sikap perjuangan dari pahlawan," ujar Letkol Inf Ragung Ismail Akbar.
Sikap yang patut dicontoh, menurut Ragung, yakni semangat pantang menyerah dan pantang mundur. Serta rela berkorban demi bangsa dan negara.
"Tentu harus kita terapkan pada kita semua sekarang yang hidup untuk mengisi pembangunan ini," katanya.
Selain itu, Dandim Majene juga berharap generasi muda terus berjuang untuk bangsa dan negara. Tentunya melalui upaya keras untuk belajar.
"Karena masa depan itu, ditangan generasi muda," ucapnya. (*)
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/11122018_dandim_majene.jpg)