Kakak Habib Bahar bin Smith Ungkap Sisi Lain Adik yang Tak Ditahu Orang, Termasuk soal Pendeta
Sosok Habib Bahar bin Smith ternyata punya sisi lain yang tak banyak orang tahu, terlepas dari kontroversi dan gayanya
TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok Habib Bahar bin Smith ternyata punya sisi lain yang tak banyak orang tahu, terlepas dari kontroversi dan gayanya berceramah yang menggelora.
Berteman dengan banyak pendeta hanya satu di antaranya.
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih selama 11 jam.
"Beliau ditetapkan tersangka," ujar pengacara Habib Baharm Aziz Yanuar, di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018) malam.
Selama 11 jam pemeriksaan, penyidik melayangkan 24 pertanyaan kepada Habib Bahar bin Smith menyangkut hal-hal pribadi serta ceramahnya di Palembang, Sumatera Selatan.
Habib Bahar bin Smith dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2).
Baca: Habib Bahar bin Smith Hina Presiden Jokowi, Beginilah Tanggapan Ustadz Abdul Somad, Cocok?
Baca: Erwin Aksa Diisukan Jadi Calon Wagub DKI Jakarta Gantikan Sandiaga Uno, Berikut Daftar Kehebatannya
Baca: TNI AD Tangkap 3 Pelaku Kloning WhatsApp, Nipu Pakai Foto Perwira Tinggi dan Pangdam, Anda Korban?
Bagaimana sebenarnya Habib Bahar bin Smith di mata keluarga?
Habib Husein bin Smith mengungkap sosok adiknya tersebut dan menyerahkan kasus yang menyeretnya kepada pihak kepolisian.
"Kami serahkan ke aparat kepolisian untuk mengusut secara adil, " kata Habib Husein kepada TribunManado.co.id di rumahnya di Kelurahan Karame, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Jumat (7/12/2018) sore.

Didampingi 50 pengacara
Anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Novel Bamukmin, mengatakan sebanyak 50 pengacara siap menjadi kuasa hukum Habib Bahar, mereka berasal dari ACTA, FPI, TPF dan Korlabi.
"Nanti akan bertambah lagi kuasa hukumnya," ujar Novel Bamukmin.
Ia berharap penyidik berlaku adil menangani kasus Habib Bahar.
"Adil dalam artian kok kasus penegakan hukum yang lain enggak diproses cepat, tapi kok yang ini secepat kilat," sindir Novel Bamukmin.
Sebelum Habib Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka, Novel berujar kuasa hukum akan melayangkan praperadilan.
"Kami akan mengajukan praperadilan untuk membatalkan penetapan tersangkanya," kata Novel saat mengantar Habib Bahar menjalani pemeriksaan di Bareskrim.
Menurut dia kedudukan manusia di mata hukum adalah sama, baik penguasa maupun orang biasa.
"Tapi di kasus ini kita lihat wasit sudah menjadi pemain, sudah prokekuasaan, padahal seharusnya bisa berlaku adil dan profesional," lanjut dia.
Memang begitu karakternya
Habib Husein bin Smith percaya ada hikmah di balik perkara yang menyeret pendiri dan pemimpin Majelis Pembela Rasulullah sejak 2007 itu.
Ia enggan mengomentari jika penetapan Habib Bahar sebagai tersangka oleh banyak orang masuk dalam bentuk kriminalisasi.
"Ini tahun politik, yang penting adalah kedamaian kita jaga bersama," sambung dia.
Ia belum mengontak langsung Bahar. Semua kabar tentang adiknya ia diikuti dari televisi.
Mengenai gaya ceramah Habib Bahar yang meledak-ledak memang sudah begitu.
"Setiap orang kan punya karakter. Itu memang gaya dia, tapi saya selalu menasihati dia, " kata Habib Husein bin Smith.

Ia sering menasihati Habib Bahar bin Smith agar bersikap lebih tenang. Terakhir, Habib Husein menasihatinya kala sang adik datang ke Manado beberapa waktu lalu.
Berteman dengan banyak pendeta
Habib Husein mengakui Habib Bahar selalu tampil garang dalam ceramah, tapi sejatinya sebagai pribadi dia baik dan toleran.
"Di Manado, Bahar punya banyak teman orang Kristen. Teman pendetanya juga banyak. Di belakang rumah kami ada gereja. Bahar dulunya sering bermain sekitar situ," kata Habib Husein.
Jika pulang ke Manado, Habib Bahar kerap menghabiskan waktunya di Karame serta di Desa Tumbak, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, daerah asal ibunya.
"Alih-alih melakukan tindakan provokatif, ia malah bersilaturahmi dengan warga sekitar termasuk teman lama," katanya.
Habib Bahar punya karakter ceria, hangat serta humoris. Pergaulannya pun luas, berteman dengan siapa saja.
"Dari orang terpandang sampai kaum miskin, semua ia berkawan," kata dia.
Keluarga Smith di Manado sudah sejak lama hidup berdampingan dengan masyarakat berbeda agama.
Habib Bahar memiliki darah Minahasa dari ibunya.
Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 23 Juli 1985, anak pertama dari tujuh bersaudara.
Keluarga Habib Bahar berasal dari Hadhramaut, Yaman.
Pada 2009, Habib Bahar menikahi Fadlun Faisal Balghoits dan dikaruniai empat anak.
"Ibu saya berdarah Arab Tondano sementara ibu Bahar berasal dari Minahasa Tenggara," kata dia.
Habib Husein pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Manado, sementara Habib Bahar di Komo.
Ia mengaku memiliki banyak teman dari berbagai golongan agama dan semasa sekolah, semua temannya selalu kumpul di rumahnya.
"Salah satunya petinggi Polri marga Lasut, kami bahkan mau reunian," kata dia.
Habib Husein bercerita, saat Habib Bahar diadang pada 16 Oktober lalu, banyak rekan-rekannya yang beragama Kristen meneleponnya.
"Mereka mengkhawatirkan keselamatan kami, " ujar Habib Husein bin Smith.
Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, atas dugaan menghina Presiden Jokowi adalah banci di dalam ceramahnya.
Ceramah Habib Bahar bin Smith di Palembang, Sumatera Selatan itu viral di media sosial pada Rabu (28/11/2018).
Selain Cyber Indonesia, Sekjen Jokowi Mania pun ikut melaporkan Habib Bahar bin Smith yang di video yang sama menyebut Presiden Jokowi pengkhianat negara dan rakyat.(yogi gustaman)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Di Balik Gaya Ceramahnya, Ini Sisi Lain Habib Bahar, Humoris Hingga Teman Beda Agama, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/12/08/di-balik-gaya-ceramahnya-ini-sisi-lain-habib-bahar-humoris-hingga-teman-beda-agama?page=all.
Penulis: Y Gustaman
Editor: Anita K Wardhani