Ketua TP PKK Sulsel Sebut Nikah Dini Awal Masalah Keluarga

Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Liestaity F Nurdin Abdullah, mengatakan, masalah nikah pada usia dini

Ketua TP PKK Sulsel Sebut Nikah Dini Awal Masalah Keluarga
foto Humas Pemprov Sulsel
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman foto bareng pengurus PPK Sulsel disela-sela Rapat koordinasi daerah (Rakorda) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Selatan digelar di Hotel Four Points Sheraton, Jl Andi Djamma, Makassar, Sabtu (1/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Liestaity F Nurdin Abdullah, mengatakan, masalah nikah pada usia dini masih banyak terjadi di Sulsel.

Nikah dini, menurut Liestiaty, menjadi awal berbagai masalah, termasuk kemiskinan dan kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, ia mengajak kader berperan aktif mencegah terjadinya pernikahan dini di lingkungan sekitarnya.

"Kita mendorong bagaimana kader kami turun untuk mencegah dan mendekati orangtua, jangan mengawinkan anaknya. Iniloh dampaknya kalau menikahkan anaknya usia muda, karena banyak anak yang lahir cacat, karena memang, rahim ibu belum siap menerima," jelasnya, Sabtu (1/12/2018).

Selain itu, kata istri Gubernur Sulsel tersebut, bagaimana meningkatkan kesejahteraan keluarga. PKK Sulsel, kata dia, akan melakuka gerakan peningkatan kesejahteraan keluarga dengan budidaya cacing tanah.

Budidaya cacing ini, kata Liestaity prospeknya bagus dan sudah berjalan di Kabupaten Pinrang.

"Saat ini sudah berproduksi dan hasilnya di kirim ke Surabaya khasiatnya baik. Binaan kami dua tahun berjalan, kita membina ke Soppeng dan Sengkang, tidak susah dan rumit budidayanya dan hasilnya bagus. Ekonomi rumah tangga menjanjikan dan hasilnya bagus jadi obat dan lipstik, perkilonya bisa tembus Rp 25 ribu," ujarnya.

Liestiaty menambahkan isu lain, bagaimana memanfaatkan dana coorporate social responsibilty (CSR) untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat dan mendukung program anak.

Melalui Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), Liestiaty mendukung asosiasi ini mendorong dunia usaha mendukung pada program anak.

"Kita sangat mendukung APSAI. Insyaallah, mulai tahun ini kita akan bentuk dan mengundang perusahan yang menjadi grup APSAI untuk peranan pada dunia usaha pada anak," ujar Liestiaty.

Terakhir, kata Liestiaty adalah bagaimana membangun ikon kota/kabupaten sehingga menjadi ciri khas masing-masing daerah.(ziz)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii

 
 

Penulis: Abdul Azis
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved